Mesir

Perbedaan waktu antara Jakarta dan Istanbul dan Kairo adalah 4 jam.

Cairo International Airport

Setelah transit 11 jam di Istanbul flight dilanjutkan ke Kairo, lama perjalanannya 2,5 jam. Sampe Kairo jam 8-an dan menurut gue Cairo International Airport sepi banget untuk ukuran bandara Internasional dan gerbang masuk utama ke Mesir, kalah rame sama Soekarno-Hatta. Mungkin ini karena Mesir lagi rusuh kali ya, Arab spring you know?

 

Fairmont Heliopolis Hotel

Dari airport, driver kantor ud nunggu dan gue langsung diantar ke Fairmont Heliopolis Hotel, lama perjalanan 1 jam.Hotel ini ternyata one of the best di Mesir, five stars, dan seminggu sebelumnya dipake para delegasi Organisasi Konferensi Islam menginap, termasuk SBY.

Yang menarik dari hotel ini adalah restonya yang banyak banget, segala taste masakan dari semua benua ada seperti Western, Chinese, Japanese, Indian, African. Untuk kamar menurut gue biasa aja, sama lah seperti hotel2 yang lain, design sama, layout sama. 

 

Klien

Klien gue terletak di Ramadan City, 1,5 jam perjalanan dari hotel. Ibaratnya Kairo itu Jakarta, Ramadan City itu pusat industrinya, Cikarang. Banyak hal menarik disaat udah berkenalan dengan orang Mesir. Mereka sangat menghormati orang Indonesia karena mereka tau kita concern dan suka membantu Palestina which is berbatasan langsung dengan negara mereka. Ramadan City itu dulunya adalah medan pertempuran dengan Israel di perang 6 hari di tahun 1967.

Pas mereka tau gue muslim dan bisa baca Quran mereka senang dan langsung ngasih tau gue klo gue bisa baca quran berarti bisa dengan gampang baca tulisan arab gundul. Gue kira sebaliknya.

Trus klo merhatiin jalan2 di Mesir, ga akan ada tuh lampu lalu lintas, polisi di pinggir jalan hehe. Dan satu lagi mobil disana tua2 dan berbaret2, ya karena itu, karena sering nyerempet mereka milih ga beli mobil baru, mending pake yang tua2 hehe.

Orang Mesir juga sholatnya rajin banget, begitu adzan berkumandang, mereka langsung menghentikan pekerjaan dan pergi sholat, bahkan saat sedang meeting. Keren. Gue sebenernya pengen pergi ke Giza dan mesjid Amr bin Ash tapi ga diizinin sama kien karena kondisi demo yang mengkhawatirkan. Jadi selama seminggu di Mesir gue cuma klien-hotel-klien.

Masjid Amr bin Ash itu adalah mesjid tertua di Mesir, terletak di Fustat, dibangun sekitar tahun 642 dan dinamai berdasarkan nama jenderal yang menaklukkan Mesir, Amr bin Ash. Ditaklukkannya Mesir menandai masuknya Mesir menjadi salah satu daerah Khulafaur Rasyidin.

Walopun ga bisa kemana2 selama seminggu itu cukup menyenangkan karena di hotel banyak makanan dan show2 hehe. Gue ngeliat pernikahan orang Mesir dan adatnya hampir sama lho, ada musik2 pengiring pengantin, tari2an dan ada rebana hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s