Istanbulkart: Harus dimiliki selama di Istanbul

Istanbul, Turki (dulu Konstantinopel) selalu menjadi kota yang penting, bahkan hingga saat ini dalam peradaban dunia. Daerah Istanbul berkali-kali berganti penguasa, mulai dari kerajaan Persia, Yunani, Romawi, Utsmani dan sekarang Republik Turki. Sejarah panjang ini membuat Istanbul kaya akan peninggalan-peninggalan besar sejarah seperti Hagia Sophia, Masjid Biru, istana Topkapi, Rumeli Hisari. Selain itu anda juga bisa menemukan banyak museum yang tersebar seperti museum arkeologi, museum militer, museum panorama 1453, dan lain-lain.

Kekayaan sejarah Istanbul diimbangi oleh kemodernan abad 21. Ada banyak tempat nongkrong yang menarik di seluruh kota yang terletak di dua benua ini seperti pulau Galatasaray, kafe-kafe di Ortakoy, klub-klub di Bebek, tempat belanja di jalan Bagdat dan lain-lain.

Sebagai turis anda tentu tidak ingin melewatkan berkunjung ke berbagai tempat menarik tersebut. Dan sebagai turis pertanyaan pertama yang biasanya muncul adalah, “Bagaimana transportasi umum disana?” Ada berbagai moda transportasi umum di Istanbul seperti taksi, tram, subway, metrobus dan feri. Anda bisa membayar tunai setiap kali naik tetapi ada pilihan lain yaitu dengan membeli Istanbulkart.

Istanbulkart

Istanbulkart adalah kartu prabayar isi ulang yang berfungsi sebagai alat pembayaran transportasi umum (kecuali taksi) di Istanbul. Anda bisa menggunakan Istanbulkart untuk tram, subway, metrobus dan feri. Keuntungan-keuntungan menggunakan Istanbulkart adalah:
1. Bisa digunakan untuk berbagai moda transportasi umum.
2. Prabayar dan bisa diisi ulang.
3. Bentuknya seperti kartu kredit, bisa masuk dompet, lebih gampang menyimpannya.
4. Tarif setiap naik transportasi umum lebih murah 10% dibandingkan membayar tunai.
5. Satu kartu bisa digunakan oleh banyak orang selama saldonya masih ada.
6. Berlaku selamanya, jadi jika anda pulang ke Indonesia dan setahun kemudian kembali ke Istanbul anda masih bisa menggunakannya.

Istanbulkart
Istanbulkart

Anda bisa membeli dan juga mengisi ulang Istanbulkart di setiap stasiun yang ada di Istanbul seperti di stasiun tram, metrobus, subway, feri, juga di bandara dan Grand Bazaar. Pertama anda membayar TL 6 untuk membeli fisik kartu. Kedua anda harus mengisi ulang kartu tersebut, setiap naik metro harganya TL 2, anda menentukan sendiri kira-kira perlu berapa kali naik tram selama di Istanbul, saran saya untuk permulaan isi saja TL 20. Untuk membantu anda mempersiapkan rute perjalanan anda selama di Istanbul bisa dilihat peta transportasi umum dibawah ini.

Peta transportasi umum di Istanbul
Peta transportasi umum di Istanbul

Selamat menjelajahi Istanbul!

Jaga Uang Kertas Ketika Bepergian Keluar Negeri

Sebelum pergi keluar

Sebelum anda akan berpergian keluar negeri, anda pasti akan menuju tempat penukaran uang (money changer) untuk menukar mata uang rupiah anda dengan mata uang negara tujuan. Di tempat penukaran uang kita biasanya akan menemui papan seperti berikut:
clip_image002

Di papan tersebut ada jenis mata uang yang bisa ditukar beserta kurs beli dan jualnya. Lalu bagaimana cara membacanya? Kita ambil contoh USD (dollar).

Kurs beli adalah kurs yang digunakan jika anda ingin menukar dollar ke mata uang rupiah. Dari contoh papan diatas, jika anda ingin menukar USD 100, anda akan mendapatkan USD 100*9.975 = Rp 997.500. Jadi kurs beli bisa diartikan juga sebagai berapa harga yang money changer mau bayar ke anda untuk membeli dollar anda.

Sedangkan kurs jual adalah kurs yang digunakan jika anda ingin menukar mata uang rupiah ke mata dollar. Dari contoh papan diatas, jika anda ingin menukar Rp 1.000.000, anda akan mendapatkan Rp 1.000.000/10.005 = USD 99.95. Jadi kurs jual bisa diartikan juga sebagai berapa harga yang money changer mau berikan ke anda untuk menjual dollar-nya. Jika anda ingin pergi keluar negeri, anda akan menggunakan kurs jual.

Jadi keuntungan money changer tersebut sebenarnya adalah selisih dari kurs jual dengan kurs beli. Dari contoh diatas, selisihnya adalah Rp 10.005 – Rp 9.975 = Rp 30, berarti dari setiap USD 1 transaksi, money changer mengambil keuntungan sebesar Rp 30.

Dari papan tersebut juga bisa kita lihat untuk mata uang dollar, kursnya terbagi menjadi tiga yaitu USD besar, USD kecil dan USD 1. Secara teknisnya setiap money changer memiliki kebijakan yang berbeda-beda akan tetapi dasar pembagian tersebut hampir sama yaitu berdasarkan pecahan uang dollar yang ingin kita tukarkan, jika pecahan yang ingin ditukarkan bernominal USD 100, maka digunakan kurs USD besar, jika pecahan yang ingin ditukarkan bernominal antara USD 5, 10, 20, 50 maka digunakan kurs USD kecil, sedangkan jika pecahan yang ingin ditukarkan bernominal USD 1 maka digunakan kurs USD 1. Selisih jual dan belinya juga berbeda antara ketiga jenis kurs tersebut sebagai berikut:
Kurs

Ini menandakan likuiditas, nominal USD 100 lebih berharga karena lebih cepat berputar, lebih banyak yang meminta dibandingkan pecahan-pecahan yang lain. Pecahan USD 1 tidak terlalu laku oleh karena itu selisihnya sangat jauh.

Ketika diluar negeri

Ketika anda telah mendapatkan uang dollar anda, anda harus menjaganya sebaik mungkin, jangan sampai kusut, kotor, tercoret atau jenis-jenis kerusakan yang lain karena ketika nanti anda kembali ke Indonesia, anda mungkin masih mempunyai sisa pecahan uang dollar dan anda tentu ingin menukarkannya ke rupiah. Sayangnya tidak semua dollar bisa ditukarkan ke rupiah jika kertas dollar tersebut mengalami seperti yang saya sebutkan diatas dan kalaupun bisa nilainya akan sangat berkurang.

Money changer biasanya memiliki kondisi-kondisi sebagai berikut:
Drawing1

Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, perlu dijaga baik-baik kondisi kertas dollar yang anda pegang. Berikut beberapa tipsnya:
1. Simpan dollar anda di amplop, jangan di dompet atau saku karena bisa terlipat atau kusut.
2. Belanjakan dollar anda dari nominal yang terkecil seperti USD 1, 5, 10 sehingga ketika anda kembali ke Indonesia, nominal dollar USD 100 masih utuh dan bisa ditukarkan ke rupiah dengan kurs yang tertinggi.
3. Jika anda diluar negeri telah bertransaksi dan mendapatkan dollar yang rusak, segera belanjakan karena jika anda bawa pulang ke Indonesia, nilainya akan berkurang atau bahkan tidak bisa ditukarkan sama sekali.
4. Setiap anda menukarkan dollar, segera periksa dengan seksama kondisi dollar yang anda terima, jangan terima dollar yang rusak kecuali anda akan membelanjakannya kembali.
5. Setiap anda menukarkan dollar, mintalah seri dollar yang terbaru karena semakin lama serinya semakin turun nilai tukarnya. Biasanya seri dua tahun kebelakang nilainya masih dianggap tinggi.

Tips ini juga berlaku untuk mata uang asing selain dollar.

Pengendalian Internal: Tanggung Jawab Siapa?

Mengapa COSO

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai pengendalian internal, perlu diketahui bahwa bagi profesional di bidang manajemen resiko, akuntansi, keuangan, tata kelola perusahaan dan pencegahan kecurangan (fraud), mayoritas dalam menilai kualitas pengendalian internal mereka berpedoman kepada kerangka COSO. Mengapa COSO?

COSO (Committee of Sponsoring Organizations) adalah suatu organisasi yang disponsori, disusun oleh lima organisasi profesional utama di dunia yaitu; The Institute of Management Accountants (IMA), the American Accounting Association (AAA), the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), the Institute of Internal Auditors (IIA) dan Financial Executives International (FEI). Selain itu, dalamnya COSO memiliki perwakilan-perwakilan dari berbagai jenis industri, Kantor Akuntan Publik (KAP), firma investasi dan pasar modal. Keragaman dan komprehensifitas profesi yang menyusun COSO inilah yang membuat COSO menjadi rujukan utama para profesional dalam bidang manajemen resiko, pengendalian internal dan pencegahan kecurangan (fraud).

Pengendalian internal

COSO mendefinisikan pengendalian internal sebagai proses, yang dipengaruhi oleh direksi, manajemen dan seluruh personil organisasi lainnya. Proses ini dirancang untuk memberikan keyakinan yang wajar mengenai pencapaian tujuan organisasi dalam efektifitas dan efisiensi operasi, kehandalan pelaporan keuangan dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Oleh karena itu menurut COSO pengendalian internal:
1. Merupakan sebuah proses. Berfokus kepada bagaimana cara mencapai tujuan bukan hanya fokus kepada tujuan.
2. Bukan hanya sekedar peraturan, prosedur dan dokumen. Lebih daripada itu, pengendalian internal di jalankan oleh semua orang di dalam suatu organisasi.
3. Hanya dapat memberikan keyakinan yang wajar dan bukan absolut mengenai manajemen organisasi.
4. Mengenai pencapaian tujuan di satu atau lebih suborganisasi yang saling terpisah tapi saling berkaitan dalam mencapai satu tujuan bersama.

Dari definisi menurut COSO tersebut, terdapat tiga tujuan utama dari pengendalian internal, yaitu:
1. Efektifitas dan efisiensi operasi
2. Kehandalan pelaporan keuangan
3. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

Kerangka pengendalian internal

Untuk mencapai ketiga tujuan utama tersebut, COSO menyusun hal-hal apa saja yang diperlukan, yang lebih dikenal dengan sebutan kerangka pengendalian internal, yaitu:

1. Lingkungan pengendalian/control environment
Lingkungan pengendalian merefleksikan persepsi, komitmen dan sikap manajemen mengenai pentingnya pengendalian di dalam organisasi. Lingkungan pengendalian sangat penting karena manajemen adalah panutan dan contoh bagi personil lain dibawahnya. Komitmen mereka adalah komitmen personil dibawahnya. Dalam bahasa gampangnya, “Kalau atasan saya saja tidak peduli, kenapa saya harus peduli?”

2. Penilaian resiko/risk assessment
Dalam mencapai suatu tujuan, tentu akan ada banyak hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa muncul dan menghalangi pencapaian suatu tujuan, ini disebut resiko. Penilaian resiko berarti proses manajemen dalam mengidentifikasi , menganalisis dan menilai signifikansi resiko-resiko yang mungkin akan muncul dan mengganggu pencapaian tujuan organisasi.

3. Aktivitas pengendalian/control activities
Resiko-resiko yang dinilai signifikan perlu diturunkan sampai ke level serendah yang bisa diterima manajemen (jika tidak bisa dihilangkan sama sekali), oleh karena itu manajemen membuat kebijakan untuk menurunkan level resiko tersebut. Dalam kegiatan sehari-harinya, untuk memastikan kebijakan manajemen terlaksana, manajemen merancang dan mengimplementasikan pengendalian. Pengendalian adalah proses, kebijakan, prosedur yang diimplementasikan untuk memastikan bahwa kebijakan-kebijakan manajemen untuk mengendalikan resiko yang mungkin mengganggu pencapaian tujuan organisasi dijalankan.

4. Informasi dan komunikasi/information and communication
Seluruh proses, kebijakan dan prosedur yang disusun oleh manajemen perlu diinformasikan dan dikomunikasikan ke internal dan eksternal organisasi untuk diterapkan. Hal ini penting karena sesuai dengan definisi pengendalian internal di depan yang merupakan proses yang dipengaruhi seluruh personil organisasi.

5. Pengawasan/monitoring
Pengawasan adalah proses untuk menilai kualitas pengendalian yang telah diterapkan; termasuk didalamnya kecukupannya, keefektifannya dan kemungkinan untuk meningkatkannya.

Kerangka Pengendalian Internal COSO
Kerangka Pengendalian Internal COSO

Tanggung jawab manajemen, auditor internal dan auditor eksternal

Pengendalian internal adalah tanggung jawab manajemen organisasi dan bukan auditor internal atau auditor eksternal. Penyusunan, pengimplementasian dan peninjauan sehari-hari (review) kelima kerangka pengendalian internal diatas merupakan tanggung jawab manajemen. Manajemen yang bertanggung jawab menetapkan tujuan organisasi dan manajemen juga lah yang bertanggung jawab memastikan tujuan tersebut tercapai.

Tanggung jawab auditor internal dan auditor eksternal hanyalah sebatas memberikan keyakinan yang wajar mengenai kecukupan, keefektifitasan dan kualitas pengendalian internal yang telah disusun dan diimplementasikan oleh manajemen.

Contoh

1. Lingkungan pengendalian/control environment
Seorang ibu memiliki seorang anak yang bersekolah SD. Ia memiliki tujuan terhadap anaknya “Anaknya harus selalu memakan makanan yang sehat”.

Sehari-hari, sang ibu memakan makanan yang sehat, empat sehat lima sempurna, tidak pernah jajan diluar. Ini contoh yang baik bagi sang anak.

2. Penilaian resiko/risk assessment
Sang ibu mengidentifikasi resiko anaknya makan makanan yang tidak sehat di SD-nya. Ternyata di SD banyak tukang jajanan yang tidak sehat seperti gorengan, mie goreng dan sate. Ia menganalisis anaknya tidak suka gorengan dan sate tetapi sangat suka mie goreng dan menilai kemungkinan anaknya memakan mie goreng akan lebih besar dibanding kedua makanan yang lain.

3. Aktivitas pengendalian/control activities
Sang ibu membuat kebijakan kepada anaknya untuk tidak makan gorengan, mie goreng dan sate di sekolah. Dan untuk mengendalikan resiko yang paling besar, yaitu anaknya memakan mie goreng di sekolah, sang ibu setiap hari akan memasakkan sendiri mie goreng yang sehat.

4. Informasi dan komunikasi/information and communication
Sang ibu mengkomunikasikan kepada anaknya untuk tidak makan gorengan, mie goreng dan sate di sekolah dan bahwasannya setiap hari ibu akan membuatkan bekal mie goreng untuknya. Sang ibu juga memberitahukan kepada pedagang ketiga makanan tersebut untuk tidak menjual makanannya ke anaknya. Selain itu sang ibu juga memberitahukan guru-guru dan teman-teman sang anak bahwa anaknya tidak boleh makan ketiga makanan tersebut.

5. Pengawasan/monitoring
Setiap minggu sang ibu mengevaluasi apakah pengendaliannya ini cukup efektif mencegah anaknya memakan makanan yang tidak sehat.

Muslim Sisilia

Latar belakang

Sisilia, Italia terletak di tengah-tengah laut Mediterania, lalu-lintas perdagangan yang sangat sibuk di abad pertengahan. Laut Mediterania menghubungkan pusat-pusat peradaban saat itu di Muslim Spanyol, Afrika Utara dan Timur Tengah. Oleh karena itu kontrol atas Sisilia menjadi sangat penting untuk setiap kekuatan yang ada di daerah tersebut, dalam hal ini Islam dan Bizantium.

Peta Sisilia
Peta Sisilia


Sisilia dibawah kepemimpinan Muslim

Pada tahun 827 Masehi, Asad ibn Furat, memimpin 10.000 pasukan Muslim dari Tunisia, Afrika Utara menuju Sisilia. Saat itu Tunisia berada dibawah kepemimpinan dinasti Aghlabid yang mengakui kekhalifahan dinasti Abbasiyah di Baghdad. Sedangkan Sisilia saat itu berada dibawah kepemimpinan kekaisaran Bizantium (Romawi). Kedua kekuatan itu, Abbasiyah yang mewakili Islam dan Bizantium sedang berperang.

Kota-kota di Sisilia jatuh ke tangan pasukan Muslim satu per satu, dimulai dari Mazara di tahun 827 M, Palermo di tahun 831 M dan akhirnya Enna di tahun 859 M yang mengartikan keseluruhan pulau berada dibawah kekuasaan Muslim. Penaklukkan Sisilia sangat tipikal mencirikan penaklukkan oleh Muslim sepanjang sejarah; tidak ada pembantaian warga sipil, penjaminan kebebasan beragama dan keamanan harta warga taklukkan.
Kehidupan bermasyarakat setelah penaklukkan juga mencirikan kehidupan di peradaban Islam dimana orang dari berbagai macam etnik dan agama berbaur bersama secara harmonis. Di jalan-jalan Palermo bisa ditemukan orang-orang Arab, Spanyol, Berber dan Afrika. Pendeta Theodosius dan Sophronius di tahun 883 M mendeskripsikan Palermo sebagai berikut:

“Penuh dengan warga lokal dan orang asing, terdiri dari orang Sisilia asli, Yunani, Italia, Yahudi, Arab, Berber, Persia, Tartar dan Negro.”

Seorang penjelajah Muslim, Ibn Hawqal pada tahun 972-973 M mendeskripsikan Palermo sebagai berikut:

“Masjid di dalam kota dan di luar tembok kota berjumlah lebih dari 300.”

Dia tidak pernah melihat masjid berjumlah sebanyak itu bahkan di kota yang berukuran dua kali lebih besar. Masjid-masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah tetapi juga sebagai sekolah. Di Palermo juga terdapat Universitas Balerm (Palermo) yang walaupun tidak sementereng Universitas Cordoba, Muslim Spanyol tetap merupakan Universitas favorit bagi pelajar-pelajar Eropa untuk menuntut ilmu.

Penjelajah Muslim lainnya, Ibn Jubayr yang berasal dari Andalusia, Muslim Spanyol mencatat Palermo sebagai berikut:

“Kota ini merupakan metropolis di pulau Sisilia, kaya, mewah, indah, dewasa dan segar. Kota yang kuno tetapi juga elegan, ramah dan sangat menggoda untuk menelusurinya. Banyak terdapat ruang terbuka, taman-taman hijau, jalan-jalan yang lebar, sempurna. Tata kota dan bangunan yang meniru gaya Cordoba di Spanyol, luar biasa. Wanita-wanita non-muslim mengikuti gaya wanita Muslim, pandai berbicara Arab, menutupi tubuhnya dan mengenakan kerudung.”

Selama 250 tahun di bawah kepemimpinan Muslim, Sisilia bertindak sebagai penghubung antara jalur-jalur perdagangan penting nan kaya di Mediterania. Pedagang-pedagang dari Muslim Spanyol, Afrika Utara dan Timur Tengah bertemu di kota ini, mereka berdagang kain tekstil, gula, rempah-rempah, lada, obat-obatan, sutra dan barang-barang eksotis lain. Pada akhir abad kesepuluh masehi, Sisilia merupakan produsen utama sutra yang diekspor ke seluruh penjuru dunia Muslim dan juga Eropa. Mata uangnya, rubayah dinar, sangat berharga dan banyak digunakan di Mesir, Suriah dan Palestina.

Dunia Muslim di abad ke-11

Kepemimpinan Muslim di Sisilia tidak bertahan selama kepemimpinan Muslim di Spanyol, 250 tahun berbanding 800 tahun. Kejatuhan kepemimpinan Muslim di Sisilia adalah di abad kesebelas masehi. Sebab jatuhnya Muslim Sisilia juga sangat tipikal kejatuhan peradaban Muslim, perpecahan.

Sebelum masuk lebih jauh ke kejatuhan Muslim Sisilia, mari kita lihat kondisi geopolitik di dunia Islam di abad kesebelas. Saat itu dunia Islam terbentang jauh dari Spanyol sampai India dan sejauh itu pula lah terbentang perpecahan di antara kaum Muslim. Di Spanyol, Muslim sibuk dengan perang saudara antar provinsi, fase ini dikenal dengan nama fase Taifa. Di Timur Tengah, Muslim sibuk dengan perang saudara antar pangeran-pangeran yang haus kekuasaan. Di Afrika Utara, Muslim sibuk dengan perang dengan kaum Syiah yang baru saja merebut Kairo dan mendirikan dinasti Fathimiyah.

Perpecahan ini tentu sangat menyenangkan musuh-musuh Islam, orang Eropa. Tidak mau melewatkan momentum yang sangat baik ini, orang-orang Eropa melancarkan serangan secara bersamaan ke seluruh dunia Islam. Di Spanyol, Eropa melancarkan Reconquista (Penaklukkan kembali) yang ditandai dengan jatuhnya Toledo di tahun 1085 M; di Timur Tengah, Eropa melancarkan perang Salib I yang ditandai dengan jatuhnya Al-Quds (Yerusalem) pada tahun 1095 M dan di Sisilia, Eropa melancarkan serangan melalui orang-orang Norman, orang-orang keturunan Viking yang berasal dari Normandia, Perancis Utara.

Kejatuhan Sisilia

Ketika orang-orang Norman mau menyerang Muslim Sisilia, saat itu Sisilia sedang berada di dalam perang yang tidak berkesudahan antara Sunni dan Syiah. Dinasti sunni Zirid (dinasti pengganti Aghlabid) berusaha merebut kembali Sisilia dari dinasti Syiah Kalbid yang didukung oleh dinasti Fathimiyah di Kairo.
Dinasti Kalbid yang menguasai Sisilia meminta tolong kepada orang-orang Norman untuk membantu mengusir dinasti Zirid dari Sisilia. Atas undangan mereka lah orang-orang Norman bisa dengan leluasa menyebrang ke Sisilia, akan tetapi apa yang terjadi adalah setelah membantu dinasti Kalbid sebentar dan memperoleh kekuatan, orang-orang Norman tidak hanya mengusir dinasti Zirid saja tetapi juga mengusir dinasti Kalbid, senjata makan tuan. Messina jatuh pada tahun 1061 M, Palermo jatuh pada tahun 1072 M dan 20 tahun kemudian keseluruhan pulau jatuh ke tangan orang-orang Norman.

Kehidupan setelah kejatuhan

Setelah kejatuhan Sisilia di tahun kesebelas masehi, Muslim masih akan berada di pulau tersebut sampai 200 tahun kedepan. Orang-orang Norman yang barbar mengizinkan Muslim yang lebih beradab untuk hidup di Sisilia dan membantu mereka membangun peradaban. Hal ini ditandai dengan banyaknya Muslim yang menjadi petinggi-petinggi di pemerintahan Norman Sisilia, membangun arsitektur-arsitektur yang indah seperti Zisa di Palermo, membangun rumah sakit-rumah sakit modern, bahkan ikut menjadi tentara yang loyal ketika orang-orang Norman berperang di Mesir pada tahun 1174 M.

Jubah Roger I, raja pertama Norman di Sisilia. Di rendanya terdapat tulisan Arab.
Jubah Roger I, raja pertama Norman di Sisilia. Di rendanya terdapat tulisan Arab.

art165c

Akhir dari Muslim di Sisilia

Pada abad kesebelas masehi, A. L. Udovitch, seorang sejarawan memperkirakan populasi Muslim di Sisilia adalah sekitar 500.000 orang. Di akhir abad ketigabelas masehi, populasi Muslim di Sisilia sudah tersapu menjadi 0 orang. Mengapa terjadi pengurangan populasi Muslim yang sangat drastis jika pemerintahnya, orang-orang Norman toleran, mengizinkan Muslim hidup bersama dan membangun peradaban? Pengurangan populasi Muslim ini karena tekanan keras dari Vatikan kepada para penguasa Norman untuk mengusir Muslim dari Sisilia.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai tekanan-tekanan dari kepausan, perlu diketahui juga bahwasannya raja yang memerintah Sisilia tidak semuanya toleran seperti ketika dipimpin oleh William I (memerintah 1154-1166) dan William II (1166-1189) dimana banyak terjadi pembantaian dan pengusiran terhadap Muslim di Sisilia. Muslim diusir dari bagian Timur ke bagian Barat Sisilia. Situasi terus memburuk dan pada saat kepemimpinan Frederick II, raja Sisilia yang lebih toleran (memerintah 1220-1250), ia merelokasi Muslim ke Lucera, daerah pedalaman Italia.

Kondisi Muslim menjadi lebih buruk ketika mulai muncul tekanan-tekanan dari Vatikan. Dimulai oleh Paus Gregory IX (periode kepausan 1227-1241). Paus Gregory IX memaksa Frederick II untuk tidak hanya mengusir Muslim dari Sisilia tetapi juga Lucera sehingga mereka tidak mengganggu tanah Tuhan. Paus Gregory IX memaksa Frederick II untuk membantunya memindahkan agama Muslim menjadi Kristen tetapi Frederick II menolak. Tidak senang dengan respon Frederick II, pada tahun 1236 paus Gregory IX mendakwanya dengan banyak “Crimina Manifesta” atau daftar kejahatan di dalam suatu surat yang berjudul “Dum Preteritorum Consideratione”, yang didalamnya ada tertulis:

“Bangunan-bangunan yang dimana didalamnya nama Tuhan seharusnya diagung-agungkan terpaksa menjadi bangunan dimana nama Muhammad yang terkutuk diagungkan.”

“Muslim yang berada di tengah-tengah kerajaan Tuhan, dapat dengan mudah merusak keyakinan Katolik dengan racun kekafiran mereka. Kemudian bahaya yang lebih besar menanti ketika orang-orang Kristen berbaur dengan mereka. Melalui pertemanan dengan orang-orang Pagan Muslim, Jamaah Tuhan akan lari dari tangan Tuhan.”

Sepeninggal Paus Gregory IX, tekanan untuk mengusir Muslim dari Sisilia dan Italia dilanjutkan oleh Paus Innocent IV (1243-1254), Paus Boniface VIII (1294-1303) dan Paus Clement V (1305-1314). Paus Clement V bahkan mengatakan kehadiran Muslim di tengah-tengah Kristen sebagai “Penghinaan kepada Tuhan”.

Akhirnya pada awal 1300-an M, 200 tahun setelah kejatuhan Sisilia ke tangan orang-orang Norman, seluruh 500.000 Muslim terusir dari Sisilia dan Italia

Sumber

J. D. Breckenridge: The Two Sicilies
J.P. Lomax: Frederick II
A.L. Udovitch: Islamic Sicily
RJC Broadhurst: The travels of Ibn Jubayr