Ali Imran, Romawi dan Persia

Di masa-masa awal lahir dan berkembangnya Islam di masa kenabian nabi Muhammad SAW antara tahun 610 – 632 M di jazirah Arab, daerah tersebut diapit oleh dua adikuasa dunia, kekaisaran Bizantium (Romawi) di sebelah barat dan kerajaan Sassanid (Persia) di sebelah timur, juga kerajaan Yaman di selatan.

Peta jazirah Arab di masa-masa awal kelahiran Islam
Peta jazirah Arab di masa-masa awal kelahiran Islam

Pada tahun 627 Masehi (5 Hijriah) kaum Muslim di Madinah sedang bersiap-siap menyambut serangan dari kaum kafir Mekkah. Sebelumnya kaum kafir Mekkah telah mengalami dua kali kekalahan dari kaum Muslim yaitu di pertempuran Badar dan Uhud. Kedua kekalahan ini membuat mereka gelisah, kalap lalu mereka memutuskan untuk menyerang kaum Muslim sekali lagi dengan serangan besar-besaran. Pertempuran ini selanjutnya akan dikenal dengan pertempuran parit (Khandaq). Disebut pertempuran parit karena setelah berdiskusi dengan para sahabat, nabi Muhammad SAW menyetujui saran seorang sahabat, Salman Al Farisi RA untuk menggali parit mengelilingi Madinah sebagai mekanisme pertahanan.

Suatu hari ketika sedang menggali seorang sahabat terhalangi oleh sebuah batu yang sangat besar, ia dan para sahabat yang lain mencoba menghancurkannya tetapi tidak berhasil, setelah berusaha sekuat mungkin mereka menyerah dan meminta tolong Salman Al Farisi RA untuk memberitahukan masalah ini kepada nabi Muhammad SAW sekaligus meminta sarannya. Sang nabi SAW segera datang ke tempat kejadian, beliau mengambil kapak dan memukulkannya ke batu tersebut. Batu tersebut mulai hancur berkeping-keping dan darinya keluar kilatan cahaya yang menerangi daerah sekitar penggalian. Nabi Muhammad SAW berkata, “Di dalam cahaya ini aku melihat istana dan bangunan-bangunan kerajaan Persia”. Beliau memukulkan kembali kapaknya, cahaya kedua muncul, beliau berkata, “Di dalam cahaya ini aku melihat istana berwarna merah dan bangunan-bangunan kekaisaran Romawi”. Beliau memukulkan kembali kapaknya, cahaya ketiga muncul, beliau berkata, “Pada cahaya ini aku melihat istana yang besar di Sanaa, Yaman”. Lalu beliau berkata, “Aku menyampaikan kepadamu berita gembira yang dibawa oleh malaikat Jibril bahwa kaum Muslim akan menaklukkan ketiga kerajaan tersebut”.

Ketika kaum munafik dan Yahudi Madinah mendengar berita ini, mereka tertawa dan mengejek kaum Muslim, “Lihatlah mereka, sekarang saja mereka ketakutan oleh musuh dari Mekkah sampai-sampai mereka menggali parit tanpa makan dan istirahat, tanpa mengetahui nantinya nyawa mereka sendiri akan selamat atau tidak, sekarang mereka malah bermimpi menaklukkan Persia, Romawi dan Yaman!”

Menjawab ejekan kaum munafik dan Yahudi tersebut Allah SWT menurunkan surat Ali Imran: 26.

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Pada tahun 711 M, 84 tahun setelah kaum munafik dan Yahudi mengejek, kaum Muslim menguasai seluruh jazirah Arab, seluruh wilayah Persia dan sebagian besar wilayah Romawi. Kekuasaan yang terbentang dari India sampai Spanyol.

Wilayah kaum Muslim di bawah dinasti Umayyah pada tahun 750 M
Wilayah kaum Muslim di bawah dinasti Umayyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s