Masjid Biru

Masjid Biru
Masjid Biru

Nama asli masjid biru ini sebenarnya adalah masjid Sultanahmet karena masjid ini dibangun atas perintah sultan Ahmad I. Sang sultan bercita-cita ingin membangun masjid yang menandingi kebesaran Hagia Sophia. Sultan Ahmad I dilahirkan di Istanbul pada 18-April-1590 dan wafat 22-November-1617. Beliau berkuasa dari 21-Desember-1603 sampai wafatnya. Selanjutnya masjid ini disebut masjid biru karena keramik-keramik indah yang berwarna biru pada interiornya.

Interior kubah masjid biru
Interior kubah masjid biru

Pembangunan masjid biru dimulai di tahun 1609 dan diketuai oleh kepala arsitek kesultanan Utsmani, Sedefkar Mehmet Aga. Beliau menjabat kepala arsitek kesultanan menggantikan arsitek legendaris dunia Islam, Mimar Sinan. Pembangunannya memakan waktu tujuh tahun. Di dalam komplek masjid biru terdapat madrasah, sekolah Quran, pasar, pemandian umum, makam sultan Ahmad I dan rumah sakit.

Masjid biru adalah masjid kesultanan yang paling luas dan paling artistik setelah masjid Suleymaniye. Di sebelah luar masjid biru terdapat bekas lintasan balap kuda peninggalan Romawi (Hippodrome) yang sekarang difungsikan sebagai alun-alun. Orang Turki menyebut alun-alun ini alun-alun Sultanahmet.

Bekas Hippodrome Romawi dengan obelisk-nya
Bekas Hippodrome Romawi dengan obelisk-nya

Bagaimana cara untuk menuju ke Masjid biru bisa dilihat disini. Masjid biru letaknya berhadap-hadapan dengan Hagia Sophia dan untuk memasukinya gratis. Masjid ini selain merupakan objek wisata juga masih berfungsi aktif sebagai masjid oleh karena itu suatu waktu anda akan mendengar adzan dilantunkan. Masjid ini akan ditutup selama satu jam di setiap awal-awal waktu sholat.

Masjid ditutup untuk sholat
Masjid ditutup untuk sholat

Pengunjung sehabis sholat di masjid biru
Pengunjung sehabis sholat di masjid biru

Sebagaimana halnya masjid, ada beberapa hal yang harus anda patuhi sebelum memasukinya, yaitu:
1. Lepas sepatu atau sandal.
2. Untuk laki-laki harus memakai celana panjang. Untuk wanita harus memakai celana/rok panjang dan menutupi rambutnya dengan kerudung.
3. Jangan berbicara kencang.
4. Jangan mengambil foto selama waktu sholat.
5. Jangan mengunjungi daerah yang tidak diperuntukkan untuk turis.

Setelah mengunjungi masjid biru jangan lupa untuk mampir ke toko-toko suvenir yang berada di dekatnya karena mereka menjual barang yang lebih beragam dengan harga yang lebih murah dibanding membeli di bandara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s