Kairo: Sejarah Berdiri

Mesir memiliki sejarah yang sangat panjang dalam peradaban dunia. Mesir selalu menjadi rebutan penguasa dunia karena kekayaan alamnya, terima kasih kepada sungai Nil yang legendaris. Kerajaan-kerajaan yang pernah menguasai Mesir diantaranya Mesir kuno dengan Firaunnya, kerajaan Yunani dengan Alexander, Romawi, Khulafaur Rasyidin, Abbasiyah, Fathimiyah, Utsmani dan lain-lain.

Islam masuk ke Mesir pada tahun 640 M. Pada awal-awal peradaban Islam di Mesir, ibu kotanya bukanlah Kairo akan tetapi Fustat.

Fustat

Pasukan Muslim dibawah pimpinan salah satu jenderal terbaik dalam sejarah Islam, Amr ibn Ash RA memasuki wilayah Mesir pada tahun 640 M, kota pertama yang jatuh adalah Babilon pada bulan April 641 M. Amr menargetkan kota selanjutnya adalah Alexandria, ia dan pasukannya mendirikan kamp di utara Babilon. Suatu hari ketika Amr hendak berangkat ke Alexandria, ia mendapati seekor burung merpati bertelur di atas tendanya. Amr melihat ini sebagai pertanda dari Allah SWT dan langsung memperingatkan pasukannya untuk tidak mengganggu burung tersebut. Begitu kembali dari Alexandria dengan membawa kemenangan (November 641 M) Amr memerintahkan pasukannya untuk menyusun tenda-tenda mereka mengelilingi tenda miliknya sebagai pusatnya.

Amr ibn Ash pada awalnya ingin menjadikan Alexandria menjadi ibu kota provinsi Mesir tetapi ditolak kalifah Umar ibn Khattab RA. Umar tidak ingin antara ibu kota kekhalifahan di Madinah dengan ibu kota provinsi Mesir terhalangi oleh sungai Nil (Alexandria terletak di sebelah barat sungai Nil), oleh karena itu Umar memerintahkan Amr untuk membangun ibu kota di sisi timur sungai Nil. Amr memilih kamp pasukannya sebagai tempat bagi ibu kota Mesir, kota ini selanjutnya dinamai Fustat (yang berarti “Tenda”). Pada tahun 642 M, di tempat yang menjadi tenda Amr ibn Ash dibangun masjid yang dinamakan masjid Amr ibn Ash, yang menjadi masjid tertua di benua Afrika.

Gerbang masjid Amr ibn Ash
Gerbang masjid Amr ibn Ash

Fustat menjadi ibu kota Mesir selama 109 tahun sampai 750 M ketika “kekhalifahan” Umayyah diganti “kekhalifahan” Abbasiyah. Abbasiyah mengganti ibu kota semua provinsi penting di masa Umayyah untuk menghindari pemberontakan. Pada tahun 750 M ibukota Mesir dipindahkan ke Al Asqar, sebelah utara Fustat. Pada tahun 868 M gubernur Mesir untuk Abbasiyah, ibn Tulun memberontak, memisahkan diri dan mendirikan dinasti Tulunid. Ibu kota dipindahkan ke Al Qatai, tidak jauh dari Fustat dan Al Asqar. Dinasti Tulunid hanya bertahan selama 37 tahun dan untuk menghukum pemberontak ini, Abbasiyah menghancurkan Al Qatai. Ibu kota selanjutnya dikembalikan ke Fustat pada tahun 905 M sampai tahun 1168 M. Secara total Fustat menjadi ibu kota Mesir selama 372 tahun.

Kairo

Pada bulan Agustus 969 M, jenderal Jawhar dari “kekhalifahan” Fathimiyah yang beraliran Syiah menaklukkan Fustat. Ia memerintahkan pasukannya untuk membangun istana bagi “khalifah” Fatimiyah di sebelah timur laut Fustat. Tempat dibangunnya istana ini selanjutnya dinamai Al Qahirah (yang berarti “Kemenangan”).

"Kekhalifahan" Fathimiyah
“Kekhalifahan” Fathimiyah 969-1171 M

Jenderal Jawhar juga lah yang memerintahkan dibangunnya masjid Al Azhar dengan universitasnya yang membuat universitas Al Azhar menjadi universitas tertua kedua di dunia.

Di mayoritas masa pemerintahan “kekhalifahan” Fathimiyah, ibu kota Mesir tetap di Fustat sampai tahun 1168 M (Tiga tahun sebelum Fathimiyah ditaklukkan Salahuddin). Pada tahun itu menteri Fathimiyah yang bernama Shawar membumihanguskan Fustat untuk mencegah pasukan salib mengambilnya dan juga menghambat akses ke Kairo. Dengan hangusnya Fustat, ibu kota Mesir resmi berpindah ke Kairo sampai sekarang.

Kairo sempat dipimpin oleh berbagai dinasti, yang pertama Fathimiyah. Selama 202 tahun di bawah kepemimpinan Fathimiyah, Kairo berkembang pesat menjadi salah satu pusat peradaban di dunia menyaingi Baghdad milik “kekhalifahan” Abbasiyah dan Kordoba milik “kekhalifahan” Kordoba. Ilmu pengetahuan, seni dan budaya berkembang pesat.

Pada tahun 1171 M, dinasti Ayyubid dibawah Salahuddin Al Ayyubi memimpin Kairo, di bawah pemerintahannya Kairo semakin berkembang dan menyumbang banyak jasa terhadap ilmu pengetahuan, seni dan budaya.

Dinasti Ayyubid 1171-1341 M
Dinasti Ayyubid 1171-1341 M

Satu prestasi Salahuddin terhadap Kairo adalah ia menyatukan Fustat, Al Qatai dan Al Asqar ke dalam kota Kairo. Ia membangun dinding tebal mengelilingi keempat kota tersebut. Dengan penyatuan ketiga kota ini ke Kairo menjadikan Kairo yang baru ini luasnya sepuluh kali lipat dari Kairo semasa pemerintahan dinasti Fathimiyah.

Pada tahun 1250, dinasti Mamluk berkuasa di Mesir. Di bawah pemerintahannya Kairo terus berkembang menjadi pusat peradaban Islam dengan dihancurkannya Baghdad oleh Mongol. Dengan kesejahteraan ekonomi, rumah-rumah harus dibangun diluar dinding kota yang dibangun Salahuddin. Pada masa ini pula lah Kairo terkena wabah penyakit Black Death, penyakit yang menyebar di Asia, Afrika dan Eropa, mengurangi populasi dunia abad ke-14 dan 15 M dari 450 juta menjadi 350 juta. Di Kairo sendiri penyakit ini membunuh 200.000 orang, mengurangi populasi Kairo dari 500.000 ke 300.000 pada abad ke-15.

Pada tahun 1517, “kekhalifahan” Turki Utsmani berkuasa di Mesir. Di bawah pemerintahannya Kairo terus berkembang terutama dari sisi tata kota dimana banyak dibangun taman-taman luas dan indah, gedung-gedung tinggi. Kairo menjadi kota kedua terbesar di dalam “kekhalifahan” Utsmani setelah Istanbul.

Saat ini di masa modern, walaupun dipengaruhi kondisi politik Mesir yang selalu bergejolak dalam 100 tahun terakhir, Kairo tidak kehilangan pamornya. Kairo terus menjadi pusat ekonomi dan pendidikan setidaknya di dunia Arab dan benua Afrika. Kairo adalah kota terbesar di dunia Arab dan benua Afrika dari sisi populasi dengan penduduk 7 juta orang.

Sumber

Tamim Ansary, “Destiny Disrupted: A History Of The World Through Islamic Eyes”
Mustafa Murad, “Omar”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s