Istikharah

rp_crossroads

Manusia tidak mengetahui perkara yang ghaib, tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tidak mengetahui apakah keputusan yang diambilnya di masa sekarang akan berakibat baik atau buruk di masa depan. Oleh karena itu manusia selayaknyalah melibatkan Allah – zat yang maha mengetahui yang ghaib, zat yang maha pemurah lagi maha penyayang, yang mengetahui yang terbaik bagi hambanya – dalam pengambilan setiap keputusan dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.

Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan apabila seorang muslim hendak mengambil keputusan, salah satunya melalui sholat istikharah. Jabir bin Abdullah RA berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian berniat untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a:

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.”

Dari hadist diatas dapat diambil pelajaran:
1. Sholat istikharah adalah sholat sunah.
2. Sholat istikharah dilakukan bukan dalam kondisi ragu-ragu dalam satu perkara karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian berniat untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu”.

Oleh karena itu, jika ada beberapa pilihan, putuskan untuk memilih salah satu, lalu lakukanlah istikharah. Setelah istikharah, lakukanlah sesuai yang dipilih tadi. Jika memang pilihan itu baik, maka pasti Allah mudahkan. Jika itu jelek, maka nanti akan dipersulit.
2. Shalat istikharah boleh dilakukan setelah shalat tahiyatul masjid, setelah shalat rawatib, setelah shalat tahajud, setelah shalat Dhuha dan shalat lainnya. Bahkan jika shalat istikharah dilakukan dengan niat shalat sunnah rawatib atau shalat sunnah lainnya, lalu berdoa istikharah setelah itu, maka itu juga dibolehkan. Artinya di sini, dia mengerjakan shalat rawatib satu niat dengan shalat istikharah.
3. Sholat istikharah boleh dilakukan berkali-kali. Ibnu Az Zubair sampai-sampai mengulang istikharahnya tiga kali. Dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair mengatakan:

“Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.”

4. Do’a shalat istikharah lebih tepat dibaca setelah shalat dan bukan di dalam shalat.
6. Boleh membaca surat apa saja di dalam sholatnya.

Jadi sejak anda berniat mengambil keputusan anda sudah memulai sholat istikharah sampai keputusan tersebut diambil. Insya Allah hati anda akan tenang karena anda melibatkan Allah dalam proses pengambilan keputusannya.

Sumber: http://www.muslim.or.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s