Apakah Islam disebarkan dengan pedang?

Salah satu miskonsepsi nonmuslim (bahkan muslim yang awam) terkait Islam adalah anggapan bahwa Islam disebarkan dengan pedang (dalam arti kekerasan dan pemaksaan). Anggapan ini muncul karena doktrinasi orientalis barat yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat umum. Jadi, apakah benar Islam disebarkan dengan pedang?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menganalisis menggunakan 2 pendekatan; 1. Melihat by design (secara desain) apakah Islam mem-promote kekerasan/pemaksaan dalam beragama? 2. Melihat implementasi yang dilakukan oleh muslim disepanjang 1.400 tahun sejarah peradaban Islam.

By design

Untuk melihat secara desain “kebijakan” penyebaran Islam saya akan mengacu kepada dua otoritas utama hukum Islam; Al Quran dan sunnah nabi Muhammad.

Alquran:

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” (QS Al Baqarah: 256)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali Imran: 159)

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An Nahl: 125)

Hadist:

Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan.” (HR Bukhari)

“Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia telah terhalang dari seluruh bentuk kebaikan.” (HR Muslim)

Contoh terbesar yang diajarkan oleh nabi Muhammad adalah ketika beliau menaklukkan Mekah (Fathu Makkah) di tahun 630 M. Setelah 20 tahun sebelumnya nabi Muhammad dan pengikutnya dibunuh, disiksa, diambil hartanya, diusir dari kampung halamannya di Mekah, dan diperangi, ketika akhirnya beliau memasuki Mekah bersama 100.000 muslim beliau berkata kepada penduduk musyrik Mekah:

“Pada hari ini tidak ada cercaan atas kalian. Allah mengampuni kalian. Dia Maha penyayang. Pergilah kalian! Sesungguhnya kalian telah bebas!”

Kalau memang Islam mengajarkan untuk memperoleh banyak pengikut dengan cara apapun termasuk kekerasan dan pemaksaan, tentu nabi Muhammad dengan 100.000 pengikutnya sebagai penakluk sudah melakukannya terhadap penduduk Mekah.

Oleh karena itu, sangat jelas, secara desain Islam tidak mem-promote kekerasan dan pemaksaan dalam beragama akan tetapi kelembutan. Allah telah menginstruksikannya dalam Al Quran dan nabi Muhammad mempraktekkannya dalam sunnahnya.

Implementasi sepeninggal nabi Muhammad

Sepeninggal nabi Muhammad di tahun 632 M, dimulailah masa kekhalifahan rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali) lalu dilanjutkan masa kerajaan Islam (Umayyah sampai Ottoman) lalu dilanjutkan sampe sekarang masa nation-state.

Selama 1.400 tahun sejarah Islam sepeninggal nabi Muhammad, muslim konsisten meneladani cara beliau menyebarkan Islam. Beberapa contohnya:

  1. Ketika khalifah kedua Islam, Umar bin Khattab membebaskan Yerusalem dari Byzantium pada tahun 637 M beliau menjamin keamanan, properti, dan kebebasan beragama penduduk Kristen Yerusalem, bahkan beliau mengundang Yahudi untuk kembali ke Yerusalem setelah sebelumnya terusir.
  2. Begitu juga yang dilakukan Salahudin Al Ayyubi pada tahun 1187 M saat pembebasan kedua Yerusalem dari pasukan salib. Walaupun sebelumnya pada tahun 1099 M pasukan salib membantai penduduk Muslim dan Yahudi, Salahudin tidak melakukan hal yang sama.
  3. Pembebasan Konstantinopel (Istanbul) juga sama, tidak ada pembantaian dan pemaksaan agama.

Berikut ini adalah peta negara berdasarkan % populasi muslim per 2014.

Islam_percent_population_in_each_nation_World_Map_Muslim_data_by_Pew_Research.svg
Negara berdasarkan % populasi muslim (PEW Research Center 2014)

Key points:

  1. Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia dan Malaysia, negara yang terpisahkan sejauh +/- 7.000 km ke arah timur Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Indonesia dan Malaysia.
  2. Islam menjadi agama mayoritas di Suriname, negara yang terpisahkan sejauh +/- 10.000 km ke arah barat Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Suriname.
  3. Islam menjadi agama mayoritas di Tanzania, negara yang terpisahkan sejauh +/- 3.000 km ke arah selatan Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Tanzania.
  4. Sekarang lihat ke Eropa Barat, % muslim semakin meningkat di Perancis, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan ini karena muslim membawa pedang.
  5. Muslim pernah memimpin India antara tahun 1526-1857 M melalui kerajaan Mughal. Saat itu India dihuni oleh mayoritas Hindu, jika muslim mau mereka punya power untuk memaksa Hindu beralih ke Islam. Akan tetapi kenyataannya itu tidak terjadi, bahkan Hindu tetap menjadi mayoritas di India.
  6. Muslim memimpin Mesir mulai dari tahun 642 M dan sampai saat ini masih ada populasi Kristen Koptik sebanyak +/- 8 juta orang.
  7. Muslim pernah memimpin Spanyol selama +/- 800 tahun (711-1492 M), saat itu mayoritas penduduk Spanyol terdiri dari Kristen Unitarian dan Yahudi, tidak ada catatan sejarah pemaksaan agama dalam kurun waktu tersebut. Sebaliknya ketika Kristen Katolik kembali memimpin Spanyol, pemaksaan agama Kristen terhadap Muslim dan Yahudi banyak tercatat, jika tidak mau pindah agama maka diusir, disiksa (Inkuisisi), atau dibunuh.
  8. Muslim pernah memimpin Sisilia selama +/- 200 tahun (827-1091 M), tidak ada catatan sejarah pemaksaan agama dalam kurun waktu tersebut.

Oleh karena itu sangat jelas jika muslim mengimplementasikan ajaran Al Quran dan sunnah nabi Muhammad dengan baik dan konsisten bahwa penyebaran Islam tidak boleh dilakukan melalui kekerasan dan pemaksaan. Deviasi dari ajaran ini tentu ada tetapi hanya minoritas dan tidak signifikan, secara umum selama 1.400 tahun sejarahnya peradaban Islam bersih dari kekerasan dan pemaksaan agama.

Mungkin anda bertanya, “Muslim tidak memaksakan agama ketika menaklukkan suatu wilayah tetapi kenapa ada penaklukkan/perang at the first place? Muslim agresif?” Jawabannya sama seperti perang antara Muslim Madinah vs Musyrik Mekah, Muslim tidak memulai perang, Muslim mempertahankan diri dari kezaliman Musyrik Mekah sampai akhirnya Muslim kuat dan menang. Begitu juga yang terjadi di perang setelahnya; 1. Dengan Romawi, Muslim membalas setelah Kerajaan Ghassanid yg didukung Byzantium membunuh duta besar utusan nabi Muhammad dan mengancam menyerang Madinah. 2. Dengan Sassanid Persia, Muslim membalas setelah Kisra Sassanid Persia membunuh duta besar utusan nabi Muhammad dan mengancam menyerang Madinah. 3. Dengan Visigoth di Spanyol karena penduduk asli Spanyol yang beragama Kristen Unitarian dan Yahudi meminta tolong Muslim untuk membebaskan mereka dari kekejaman Visigoth.

Kesimpulan

Islam tidak disebarkan melalui pedang (kekerasan dan pemaksaan) sebagaimana dilarang secara desainnya di dalam Al Quran dan sunnah nabi Muhammad. Lalu selama 1.400 tahun sejarahnya muslim mengimplementasikan ajaran yang telah di desain tersebut dengan konsisten.

PF_150402_ProjectionsOverview_2050-sidebar_310px

Sekarang anda lihat hasil riset diatas. Ada keterangan “Jika tren saat ini berlanjut, Muslim akan mengungguli Kristen setelah 2070.” Apakah menurut anda “tren” yang dimaksud disini adalah penggunaan pedang? Bukan. Tren disini adalah penyebaran melalui pemikiran.

Advertisements

2 thoughts on “Apakah Islam disebarkan dengan pedang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s