By Dr. Bilal Philips

d

Advertisements

Islam dan sejarah perang

Salah satu miskonsepsi nonmuslim (bahkan muslim yang awam) terkait Islam adalah anggapan bahwa Islam adalah agama yang agresif, gemar berperang. Anggapan ini muncul karena doktrinasi orientalis barat yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat umum. Jadi, apakah benar Islam agama yang agresif, gemar berperang?

Secara umum jawabannya sudah saya tulis di sini. Di tulisan ini saya ingin menampilkan perbandingan antara peradaban Islam dengan peradaban lain dalam hal siapa yang paling gemar berperang. Untuk memudahkan analisis, dari banyaknya peperangan saya hanya merangkum peperangan yang memakan korban jiwa minimal 1 juta orang dari tahun 0-2005. Peperangan yang signifikan mempengaruhi kehidupan banyak manusia. Berikut tabel rangkumannya:

Perang
Tabel jumlah korban peperangan dari tahun 0-2005

Dari tabel tersebut saya ingin melihat sebesar apa kontribusi muslim.

Pie Perang

Ternyata muslim “hanya” berkontribusi terhadap 3% dari keseluruhan total korban perang. Kontribusi ini pun dengan catatan penting:

  1. Kontributor pertama adalah penaklukkan Timur Leng (Tamerlane) yang memakan korban jiwa +/- 7 juta jiwa antara tahun 1370-1405. Korbannya mayoritas adalah Muslim. Timur ini seorang oportunis (seperti ISIS?), dia mengaku muslim akan tetapi disaat bersamaan mengagumi kekejaman Genghis Khan dalam penaklukkan. Bahkan dia lebih mengikuti gaya Genghis Khan dibandingkan gaya penakluk muslim sebelumnya seperti Salahuddin Al Ayyubi, Tariq bin Ziyad, atau Umar bin Khattab. Tapi, however, karena dia mengaku muslim, saya masukkan dia di infografik ini.
  2. Kontributor kedua adalah perang Iraq-Iran yang memakan korban jiwa +/- 1 juta orang antara tahun 1980-1988. Kedua negara ini tidak menerapkan syariah Islam sebagai hukum tertinggi di pemerintahannya, i.e. kedua negara ini sekuler, kebijakan pemerintahannya bukan berdasarkan Al Quran dan Sunnah. Tapi karena mereka mengaku muslim, saya masukkan mereka di infografik ini.

Scatter chart dibawah menggambarkan kontributor terbesar terhadap total korban perang.Scatter Perang

Muslim direpresentasikan oleh titik berwarna hijau, seperti terlihat di chart diatas muslim berkontribusi kecil sekali dibandingkan peradaban barat dan timur jauh (Cina, Jepang, Korea, dan Mongol).

Sangat jelas disini bahwasannya Islam bukanlah agama yang gemar berperang, bahkan di masa kejayaan peradaban Islam / Islamic Golden Age antara tahun 700-1500 dimana peradaban Islam memimpin dunia, relatif tidak ada kebrutalan. Hal ini berbeda dengan peradaban barat dan timur jauh yang konsisten berperang di setiap abad. Jika anda lihat lebih lanjut, titik-titik berkumpul paling banyak setelah tahun 1600, ini adalah ketika peradaban Islam mulai mundur dan barat mulai mengambil alih kepemimpinan dunia. Sepertinya mereka gemar sekali berperang. Begitupun peradaban timur jauh.

Kesimpulan

Peradaban Islam bukanlah peradaban yang gemar berperang, muslim adalah kaum yang cinta damai, seperti yang telah dibuktikan oleh sejarah.

Analisis ini hanya untuk perang yang memakan korban jiwa >= 1 juta orang, jika memasukkan perang dengan korban jiwa <1 juta orang, akan semakin kelihatan kecilnya kontribusi peradaban Islam dibandingkan peradaban barat dan timur jauh.

Apakah Islam disebarkan dengan pedang?

Salah satu miskonsepsi nonmuslim (bahkan muslim yang awam) terkait Islam adalah anggapan bahwa Islam disebarkan dengan pedang (dalam arti kekerasan dan pemaksaan). Anggapan ini muncul karena doktrinasi orientalis barat yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat umum. Jadi, apakah benar Islam disebarkan dengan pedang?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menganalisis menggunakan 2 pendekatan; 1. Melihat by design (secara desain) apakah Islam mem-promote kekerasan/pemaksaan dalam beragama? 2. Melihat implementasi yang dilakukan oleh muslim disepanjang 1.400 tahun sejarah peradaban Islam.

By design

Untuk melihat secara desain “kebijakan” penyebaran Islam saya akan mengacu kepada dua otoritas utama hukum Islam; Al Quran dan sunnah nabi Muhammad.

Alquran:

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” (QS Al Baqarah: 256)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali Imran: 159)

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An Nahl: 125)

Hadist:

Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan.” (HR Bukhari)

“Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia telah terhalang dari seluruh bentuk kebaikan.” (HR Muslim)

Contoh terbesar yang diajarkan oleh nabi Muhammad adalah ketika beliau menaklukkan Mekah (Fathu Makkah) di tahun 630 M. Setelah 20 tahun sebelumnya nabi Muhammad dan pengikutnya dibunuh, disiksa, diambil hartanya, diusir dari kampung halamannya di Mekah, dan diperangi, ketika akhirnya beliau memasuki Mekah bersama 100.000 muslim beliau berkata kepada penduduk musyrik Mekah:

“Pada hari ini tidak ada cercaan atas kalian. Allah mengampuni kalian. Dia Maha penyayang. Pergilah kalian! Sesungguhnya kalian telah bebas!”

Kalau memang Islam mengajarkan untuk memperoleh banyak pengikut dengan cara apapun termasuk kekerasan dan pemaksaan, tentu nabi Muhammad dengan 100.000 pengikutnya sebagai penakluk sudah melakukannya terhadap penduduk Mekah.

Oleh karena itu, sangat jelas, secara desain Islam tidak mem-promote kekerasan dan pemaksaan dalam beragama akan tetapi kelembutan. Allah telah menginstruksikannya dalam Al Quran dan nabi Muhammad mempraktekkannya dalam sunnahnya.

Implementasi sepeninggal nabi Muhammad

Sepeninggal nabi Muhammad di tahun 632 M, dimulailah masa kekhalifahan rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali) lalu dilanjutkan masa kerajaan Islam (Umayyah sampai Ottoman) lalu dilanjutkan sampe sekarang masa nation-state.

Selama 1.400 tahun sejarah Islam sepeninggal nabi Muhammad, muslim konsisten meneladani cara beliau menyebarkan Islam. Beberapa contohnya:

  1. Ketika khalifah kedua Islam, Umar bin Khattab membebaskan Yerusalem dari Byzantium pada tahun 637 M beliau menjamin keamanan, properti, dan kebebasan beragama penduduk Kristen Yerusalem, bahkan beliau mengundang Yahudi untuk kembali ke Yerusalem setelah sebelumnya terusir.
  2. Begitu juga yang dilakukan Salahudin Al Ayyubi pada tahun 1187 M saat pembebasan kedua Yerusalem dari pasukan salib. Walaupun sebelumnya pada tahun 1099 M pasukan salib membantai penduduk Muslim dan Yahudi, Salahudin tidak melakukan hal yang sama.
  3. Pembebasan Konstantinopel (Istanbul) juga sama, tidak ada pembantaian dan pemaksaan agama.

Berikut ini adalah peta negara berdasarkan % populasi muslim per 2014.

Islam_percent_population_in_each_nation_World_Map_Muslim_data_by_Pew_Research.svg
Negara berdasarkan % populasi muslim (PEW Research Center 2014)

Key points:

  1. Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia dan Malaysia, negara yang terpisahkan sejauh +/- 7.000 km ke arah timur Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Indonesia dan Malaysia.
  2. Islam menjadi agama mayoritas di Suriname, negara yang terpisahkan sejauh +/- 10.000 km ke arah barat Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Suriname.
  3. Islam menjadi agama mayoritas di Tanzania, negara yang terpisahkan sejauh +/- 3.000 km ke arah selatan Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Tanzania.
  4. Sekarang lihat ke Eropa Barat, % muslim semakin meningkat di Perancis, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan ini karena muslim membawa pedang.
  5. Muslim pernah memimpin India antara tahun 1526-1857 M melalui kerajaan Mughal. Saat itu India dihuni oleh mayoritas Hindu, jika muslim mau mereka punya power untuk memaksa Hindu beralih ke Islam. Akan tetapi kenyataannya itu tidak terjadi, bahkan Hindu tetap menjadi mayoritas di India.
  6. Muslim memimpin Mesir mulai dari tahun 642 M dan sampai saat ini masih ada populasi Kristen Koptik sebanyak +/- 8 juta orang.
  7. Muslim pernah memimpin Spanyol selama +/- 800 tahun (711-1492 M), saat itu mayoritas penduduk Spanyol terdiri dari Kristen Unitarian dan Yahudi, tidak ada catatan sejarah pemaksaan agama dalam kurun waktu tersebut. Sebaliknya ketika Kristen Katolik kembali memimpin Spanyol, pemaksaan agama Kristen terhadap Muslim dan Yahudi banyak tercatat, jika tidak mau pindah agama maka diusir, disiksa (Inkuisisi), atau dibunuh.
  8. Muslim pernah memimpin Sisilia selama +/- 200 tahun (827-1091 M), tidak ada catatan sejarah pemaksaan agama dalam kurun waktu tersebut.

Oleh karena itu sangat jelas jika muslim mengimplementasikan ajaran Al Quran dan sunnah nabi Muhammad dengan baik dan konsisten bahwa penyebaran Islam tidak boleh dilakukan melalui kekerasan dan pemaksaan. Deviasi dari ajaran ini tentu ada tetapi hanya minoritas dan tidak signifikan, secara umum selama 1.400 tahun sejarahnya peradaban Islam bersih dari kekerasan dan pemaksaan agama.

Mungkin anda bertanya, “Muslim tidak memaksakan agama ketika menaklukkan suatu wilayah tetapi kenapa ada penaklukkan/perang at the first place? Muslim agresif?” Jawabannya sama seperti perang antara Muslim Madinah vs Musyrik Mekah, Muslim tidak memulai perang, Muslim mempertahankan diri dari kezaliman Musyrik Mekah sampai akhirnya Muslim kuat dan menang. Begitu juga yang terjadi di perang setelahnya; 1. Dengan Romawi, Muslim membalas setelah Kerajaan Ghassanid yg didukung Byzantium membunuh duta besar utusan nabi Muhammad dan mengancam menyerang Madinah. 2. Dengan Sassanid Persia, Muslim membalas setelah Kisra Sassanid Persia membunuh duta besar utusan nabi Muhammad dan mengancam menyerang Madinah. 3. Dengan Visigoth di Spanyol karena penduduk asli Spanyol yang beragama Kristen Unitarian dan Yahudi meminta tolong Muslim untuk membebaskan mereka dari kekejaman Visigoth.

Kesimpulan

Islam tidak disebarkan melalui pedang (kekerasan dan pemaksaan) sebagaimana dilarang secara desainnya di dalam Al Quran dan sunnah nabi Muhammad. Lalu selama 1.400 tahun sejarahnya muslim mengimplementasikan ajaran yang telah di desain tersebut dengan konsisten.

PF_150402_ProjectionsOverview_2050-sidebar_310px

Sekarang anda lihat hasil riset diatas. Ada keterangan “Jika tren saat ini berlanjut, Muslim akan mengungguli Kristen setelah 2070.” Apakah menurut anda “tren” yang dimaksud disini adalah penggunaan pedang? Bukan. Tren disini adalah penyebaran melalui pemikiran.

Isu Genosida Armenia

Islam adalah ajaran yang sangat lembut dan penuh kasih sayang bahkan saat kondisi berperang. Seperti yang diucapkan Khalifah pertama Abu Bakar ketika melepas pasukan ke Suriah:

“Sungguh saya berwasiat kepadamu dgn sepuluh perkara: jangan sekali-kali kamu membunuh wanita, anak-anak & orang yg sudah tua. Jangan memotong pohon yg sedang berbuah, jangan merobohkan bangunan, jangan menyembelih kambing ataupun unta kecuali hanya untuk dimakan, jangan membakar pohon kurma atau menenggelamkannya. Dan janganlah menjadi seorang yg penakut.”

Etika berperang diatas dilanjutkan oleh khalifah-khalifah setelahnya sampai berakhirnya masa kekhalifahan di tahun 1924 ketika Kekhalifahan Ottoman runtuh. Oleh karena itu selama 1.400 tahun sejarahnya, secara umum penaklukan yang dilakukan oleh peradaban Islam sangatlah beretika, tidak ada pembantaian, lebih bersih dibandingkan penaklukkan yang dilakukan oleh peradaban lain.

Sejarah bersih tersebut, berusaha untuk dikotorkan oleh orientalis barat dengan mengangkat isu genosida Armenia antara tahun 1915-17 di tanah Ottoman saat Perang Dunia I. Saat itu 1-1,5 juta warga Armenia meninggal dalam proses pemindahan mereka dari tempat tinggal asal ke tempat yang baru. Orientalis barat mengatakan bahwa Ottoman telah melakukan genosida atas warga Armenia, benarkah? Seakurat apa pernyataan mereka?

Definisi

Kamus Merriam-Webster mendefinisikan genosida/genocide sebagai:

“The deliberate and systematic destruction of a racial, political, or cultural group.”

Definisi legal genosida yang diakui secara Internasional menurut Convention on the Prevention and Punishment of Genocide pada tahun 1948 adalah:

“Genocide means any of the following acts committed with intent to destroy, in whole or in part, a national, ethnical, racial or religious group, such as:

(a) Killing members of the group;
(b) Causing serious bodily or mental harm to members of the group;
(c) Deliberately inflicting on the group conditions of life calculated to bring about its physical destruction in whole or in part;
(d) Imposing measures intended to prevent births within the group;
(e) Forcibly transferring children of the group to another group.”

Berdasarkan kedua definisi diatas, beberapa kriteria harus ada untuk dapat menyimpulkan suatu kejadian merupakan genosida atau bukan, yaitu:

  1. Intent (niat), deliberate (sengaja), systematic (sistemik). Ketiga kata tersebut bisa diterjemahkan menjadi adanya rencana yang sistematis. Rencana yang sistematis ini biasanya diterjemahkan dalam bentuk dokumen tertulis yang berisi perintah dan strategi genosida.
  2. Grup yang menjadi target. Grup ini bisa berdasarkan nasionalitas, rasial, etnikal, atau keagaaman.
  3. Penghancuran sebagian atau keseluruhan populasi grup bukan cuma 1 atau 2 orang.

Isu Armenia

Sekarang mari kita gunakan ketiga kriteria diatas untuk menilai apakah kemalangan yang dialami oleh warga Armenia pada PD I di Kekhalifahan Ottoman merupakan genosida atau bukan. Untuk lebih gampang, akan ditampilkan perbandingan dengan beberapa genosida yang sudah terbukti dilakukan, rangkumannya adalah sebagai berikut:

Genosida

Kriteria pertama, rencana pembantaian sistematis, rencana ini tidak pernah ditemukan, bahkan yang menuduh Ottoman melakukan tidak bisa menunjukkan bukti adanya rencana pembantaian sistematis ini. Dengan tidak terpenuhinya kriteria pertama, otomatis kriteria kedua dan ketiga menjadi tidak relevan. Absennya kriteria pertama inilah yang membuat masih banyak negara tidak mau atau abstain mengakui genosida  Armenia, termasuk Amerika Serikat.

Jika memang Ottoman berencana melakukan genosida, tentu bukti akan banyak berserakan seperti surat kebijakan, logistik, fasilitas pembantaian, dan lain-lain. Genosida Indian dan Aborigin yang dilakukan peradaban barat yang terjadi 300 tahun sebelumnya saja menyisakan banyak bukti-bukti perencanaan.

Kesimpulan

Ottoman tidak melakukan genosida terhadap warga Armenia karena tidak ada bukti rencana pembantaian sistematis. Saat itu di tahun 1915-1917, Ottoman dan Rusia sedang saling berperang dalam Perang Dunia I. Warga Armenia di Ottoman melakukan pemberontakan dan mempersulit logistik militer Ottoman oleh karena itu mereka dipindahkan ke bagian lain dari kekhalifahan. Dalam perjalanannya banyak warga Armenia yang meninggal karena kelaparan, kecapekan, dan pemberontakan.

Yang menarik, orientalis sangat fokus mengangkat isu genosida Armenia ini untuk mengotorkan sejarah bersih genosida peradaban Islam padahal peradaban Islam sudah dimulai sejak tahun 622 M. Mengapa mereka sangat fokus kepada isu genosida Armenia di 2 tahun masa kekhalifahan Ottoman yang menjelang ujung? Karena mereka tidak bisa menemukan yang seperti ini di masa-masa 1.300 tahun sebelumnya.

Kaum Luth diazab karena apa?

Definisi:

Munafik: Orang yang tampak secara lahiriah beriman akan tetapi hatinya kufur.

Beriman: Percaya kepada Allah dan rasulnya.

Kufur: Mendustakan Allah dan rasulnya.

 

Argumen “intelektual” kaum munafik

Salah satu argumen “intelektual” kaum munafik untuk mendukung homoseksualitas adalah karena Al Quran tidak pernah melarang homoseksualitas, menurut mereka kaum Luth yang mempraktekkan homoseksualitas diazab bukan karena homoseksualitasnya tetapi karena perbuatan dosa yang lain. Mereka berargumen menggunakan ayat:

“Apakah sesungguhnya kalian patut mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian?” (QS Al Ankabut:29)

Ada 3 perbuatan dosa menurut ayat diatas yaitu mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan mereka. Menurut kaum munafik azab yang diterima kaum Luth tidak khusus karena mendatangi laki-laki (homoseksual) aja.

Bantahan

Kata kunci: Perbuatan yang belum pernah dikerjakan kaum sebelum kaum Luth.

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kalian benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji  yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kalian.” (QS Al Ankabut: 28)

Apa perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan sebelum kaum Luth? Apakah mendatangi laki-laki, menyamun,  atau mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan? Allah menjawab:

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesunggguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian adalah kaum yang melampaui batas.'” (QS Al Araf: 80-81)

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para Malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, ‘Ini adalah hari yang amat sulit’. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, ‘Hai kaumku, inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah  dan janganlah kamu mencemarkan (nama)-ku di hadapan tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.’” (QS Hud: 77-79)

Mengapa kalian mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, kalian adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Assyura:165-166)

Nabi Luth diutus kurang lebih 4.000 tahun setelah nabi Adam, perbuatan menyamun dan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan tercatat sudah dilakukan kaum-kaum sebelumnya (Kaum Ad, Samud, dan lain2). Oleh karena itu kaum Luth diazab khusus karena perbuatan homoseksualitas mereka.

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.” (QS Al Ankabut:34)

Kesimpulan

Kaum Luth diazab karena mengerjakan perbuatan homoseksual. Penjelasan dari Al Quran cukup jelas dan sangat mudah dicerna.

“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” (QS Taha: 2)

“… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu …”(QS Al Baqarah: 185)

“… Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama …” (QS Al Hajj: 78)

“… Allah tidak ingin menyulitkan kamu …” (QS Al Maidah: 6)

Hawa nafsulah yang membuat “intelektual” kaum munafik sulit mencerna.

Istri-istri Nabi Muhammad

Berikut adalah daftar istri-istri nabi Muhammad:Wives

Key facts:

  1. Dalam 25 tahun pertama pernikahannya, nabi Muhammad hanya menikahi 1 istri, Khadijah.
  2. Dari kesebelas istrinya, nabi Muhammad hanya menikahi 1 gadis, Aisha binti Abu Bakar.
  3. Sembilan dari sebelas istrinya masih hidup setelah beliau meninggal dunia di tahun 632 M, bahkan delapan diantaranya hidup minimal 30 tahun lebih lama. Hal ini membantu penyampaian ilmu Islam yang akurat, contohnya penyampaian hadits, sunnah, dan crosscheck Alquran dimasa-masa awal kodifikasi. Bahkan Aisha menarasikan kurang lebih 2.000 hadits. Usia
  4. Istri-istri beliau mengajarkan Islam sepeninggalnya, mengkader dua dari tiga generasi terbaik Islam; sahabat dan tabiin.

“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabiin) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabiut tabiin).” (HR Bukhari)

Ilmu narasi hadits adalah anugerah dari Allah kepada umat Islam, tidak ada agama lain yang bisa dengan akurat merunut perkataan nabi / pembawa pesannya ke masa nabi / pembawa pesan tersebut hidup. Dan salah satu pihak yang berperan penting dalam narasi hadits adalah istri-istri nabi Muhammad, Ahlul Bait.

Pernikahan rasulullah adalah rencana dari Allah untuk tetap menguatkan pondasi agama umat Islam di masa-masa awal sepeninggal rasulullah.

“And Allah is the best of planners.” (QS Al Anfal:30)

Kaligrafi Kufi

Kufi adalah huruf yang penggunaannya berkembang pesat pada abad ke-7 Masehi di kota Kufa, Irak. Nama Kufi berasal dari nama kota Kufa tersebut. Sejak abad ke-7 sampai abad ke-11 Masehi, huruf kufi menjadi jenis huruf utama untuk menuliskan Al Quran ke dalam buku. Huruf kufi banyak digunakan oleh artis-artis muslim sebagai kaligrafi baik di bangunan maupun di buku. Berikut saya tampilkan contoh-contoh kaligrafi kufi.

Huruf Kufi di Al Quran mushaf Usman dari abad ke-7 M.
Huruf Kufi di Al Quran mushaf Usman dari abad ke-7 M.
Kaligrafi Kufi di Dome Of The Rock
Kaligrafi Kufi di Dome Of The Rock
Bismillahirrahmanirrahim
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Allah
Allah
Muhammad
Muhammad
Subhanallah
Subhanallah
Dua kalimat syahadat
Dua kalimat syahadat
Dua kalimat syahadat
Dua kalimat syahadat
Muhammad Rasulullah
Muhammad Rasulullah
Laa illaha illallah Muhammad Rasulullah
Laa illaha illallah Muhammad Rasulullah
Assalamualaikum
Assalamualaikum

Dan menariknya kaligrafi cantik ini bisa kita jadikan hiasan interior di rumah.

Bismillah di ruang keluarga
Bismillah di ruang keluarga
Kaligrafi Muhammad di ruang keluarga
Kaligrafi Muhammad di ruang keluarga
Ayat kursi di ruang keluarga
Ayat kursi di ruang keluarga
Surat Al Ikhlas
Surat Al Ikhlas
Kaligrafi Allah di ruang keluarga
Kaligrafi Allah di ruang keluarga

Inspiring!

Jazakallah.

Istana Topkapi

Istana Topkapi
Istana Topkapi

Istana Topkapi merupakan salah satu istana terbesar dan terindah di dunia yang masih bertahan sampai sekarang, ia terletak satu komplek dengan Hagia Sophia dan Masjid Biru. Dengan letak di salah satu bukit terindah yang berada persis di sisi selat Bosporus, pemandangan dari istana Topkapi sangat indah. Dari istana ini anda bisa melihat selat Bosporus, laut Marmara dan tanduk emas (Golden Horn). Komplek istana dikelilingi oleh tembok besar sepanjang 5 km.
20130222_165954

Dengan takluknya Konstantinopel (nama tua Istanbul) pada 29-Mei-1453, sultan Muhammad Al Fatih memindahkan ibu kota kesultanan Utsmani dari Edirne ke Istanbul. Istana pemerintahan pertama dibangun di tengah Istanbul, istana kedua dibangun di bukit di sisi selat Bosphorus, istana ini yang bernama istana Topkapi. Pembangunan dimulai pada tahun 1459 dan selesai pada tahun 1465. Antara tahun 1465 sampai 1856 istana Topkapi menjadi pusat pemerintahan Utsmani sebelum pindah ke istana Dolmabahce. Pada tahun 1924, istana Topkapi diubah menjadi museum atas perintah Mustafa Kemal Ataturk dan pada tahun 1985 UNESCO memasukkan istana Topkapi menjadi salah satu warisan budaya dunia.

Di masa aktifnya, istana ini berfungsi sebagai tempat tinggal sultan, tempat pendidikan sultan dan pejabat kesultanan, pusat pemerintahan kesultanan, tempat rapat menteri dan pusat perbendaharaan kesultanan. Seiring berjalannya waktu, di istana dibangun Harem (tempat tinggal istri dan selir sultan). Melihat fungsi-fungsi tersebut, dapat disimpulkan istana Topkapi merupakan jantung dan sekaligus otak kesultanan Utsmani selama kurang lebih 400 tahun. Dari sini kesultanan Utsmani memerintah wilayah yang mencakup tiga benua; Asia, Afrika dan Eropa.

Komplek Istana Topkapi terbagi menjadi empat area:

1. Area pertama

Area ini merupakan area paling luar dari komplek istana, untuk memasuki area ini melalui gerbang yang bernama “Gerbang Kerajaan”.

Gerbang Kerajaan
Gerbang Kerajaan

Di area pertama ini anda bisa melihat tempat membuat roti kesultanan, tempat percetakan uang, markas penjaga istana dan gudang kayu bakar. Di area ini juga anda bisa melihat Hagia Irene yang dulunya gereja Romawi dan museum Arkeologi.

2. Area kedua

Area kedua adalah area istananya sendiri, anda memasukinya melalui “Gerbang Penghormatan”.

Gerbang Penghormatan
Gerbang Penghormatan

Area kedua ini merupakan pusat administrasi dan pemerintahan kesultanan. Yang bisa memasuki area ini hanya sultan, warga yang telah mendapatkan izin khusus dan perwakilan pasukan Janisari pada waktu gajian. Penerimaan utusan negara asing juga dilakukan di area ini. Halaman area ini saking besarnya bisa memuat sampai 10.000 orang. Di dalam area kedua ini terdapat Harem, tempat tinggal istri, selir, ibu dan anggota keluarga sultan.

Pintu masuk Harem
Pintu masuk Harem

Di dalam Harem
Di dalam Harem

3. Area ketiga

Area ketiga adalah area pribadi sultan, orang yang memasukinya harus memiliki izin khusus. Di area ini terdapat universitas pribadi sultan, ruang tahta, ruang perbendaharaan. Sultan menerima duta besar dari negara asing di ruang tahta. Dengan alasan keamanan dan penjagaan rahasia kesultanan, para penjaga di ruang tahta dipilih yang bisu dan tuli.

Di area ini anda bisa melihat koleksi kostum sultan sejak abad ke-15, ada kurang lebih 2.500 kostum buatan tangan disini.

Di ruang perbendaharaan, anda bisa melihat koleksi harta Utsmani. Harta-harta ini berasal dari berbagai Negara yang dulu sempat berhubungan diplomatik dengan kesultanan Utsmani seperti Eropa, India, Cina dan Afrika. Anda bisa melihat berlian, perabot emas, emerald, rubi, senjata dan lain-lain.

Disini juga terdapat peninggalan-peninggalan bersejarah umat awal Islam seperti pedang, busur panah, mantel, helaian rambut, cetakan kaki nabi Muhammad SAW. Juga terdapat cetakan pertama Al Quran dan kunci Kabah.

4. Area keempat

Area keempat berisi banyak pavilion dan taman-taman cantik dengan pemandangan indah ke selat Bosporus, Tanduk Emas, Galata dan bukit-bukit hijau. Dahulu digunakan sebagai tempat bersantai sultan dan keluarga.

Paviliun
Paviliun

Di area keempat ini terdapat restoran yang menyediakan masakan-masakan khas kesultanan yang buka sejak abad ke-19, pelayan di restoran ini menggunakan baju khas kesultanan. Pastikan anda mencoba makan disini dan merasakan atmosfer makan di masa kejayaan Utsmani.

Restoran Konyali
Restoran Konyali

20130222_161144