Chattanooga

Chattanooga

Chattanooga terletak di negara bagian Tennessee. Dibanding Washington, DC atau Chicago kota ini cukup kecil. Untuk perbandingan dengan kota di Indonesia, kota ini seluas Surabaya (+/- 370 km2). Walaupun seluas Surabaya tetapi kepadatan penduduknya 20 kali lebih kecil, hanya 472 orang/km2 (Surabaya 7.900 orang/km2).

Hal ini menjelaskan mengapa feeling yang saya dapat di kota tersebut adalah tenang. Feeling saya yang lain adalah lebih banyak orang tua di kota ini dan setelah melihat ke wikipedia memang kota ini mayoritas dihuni oleh warga berusia 45 tahun keatas (41% dari populasi).

Waktu itu stay di Country Inn & Suites by Carlson, Hixon. Hotel ini recommended, kamarnya bertipe apartemen jadi ada ruangan tamu dan ruangan tidurnya. Breakfast khas Amerika cuma roti2an, buat saya cukup karena saya ga suka makan pagi banyak. Staf ramah.

Tempat makan yang enak banyak tapi saya cuma ingat beberapa:

  1. Texas Roadhouse. Steaknya enak.
  2. Hair of the Dog. Tempat nongkrong.
  3. Olive Garden. Saladnya enak.
  4. Outback Steakhouse. Steaknya enak.
  5. Ichiban. Disini ketemu orang Indonesia yang bekerja sebagai koki.
  6. Ada 1 resto Meksiko.
  7. Ada 1 resto Cina.

Things to do:

As a consultant, ga terlalu banyak yang bisa saya kerjakan karena jam kerja yang sampai malam. However, pas ada waktu senggang di sore hari biasanya:

  1. Belanja di TJ Maxx, semacam Factory Outlet Indonesia. Disini barang2nya asli dan bisa lebih murah sampai 50% dari harga di Indonesia.
  2. Cycling di beberapa taman.
  3. Main tenis.
  4. Keliling kota pake mobil sewaan. Lebih efisien nyewa mobil karena transportasi umum ga bagus, cuma ada bus yang juga jarang muncul. Bisa dimengerti karena penduduk sedikit dan rata2 pada punya mobil.

Overall, kota ini tenang, cocok untuk pensioneers. Untuk millenial seperti saya numpang stay beberapa minggu sudah cukup. Selain itu buat saya yang suka ancient and medieval history, ga banyak yang bisa dilihat disini.

Kaum Luth diazab karena apa?

Definisi:

Munafik: Orang yang tampak secara lahiriah beriman akan tetapi hatinya kufur.

Beriman: Percaya kepada Allah dan rasulnya.

Kufur: Mendustakan Allah dan rasulnya.

 

Argumen “intelektual” kaum munafik

Salah satu argumen “intelektual” kaum munafik untuk mendukung homoseksualitas adalah karena Al Quran tidak pernah melarang homoseksualitas, menurut mereka kaum Luth yang mempraktekkan homoseksualitas diazab bukan karena homoseksualitasnya tetapi karena perbuatan dosa yang lain. Mereka berargumen menggunakan ayat:

“Apakah sesungguhnya kalian patut mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian?” (QS Al Ankabut:29)

Ada 3 perbuatan dosa menurut ayat diatas yaitu mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan mereka. Menurut kaum munafik azab yang diterima kaum Luth tidak khusus karena mendatangi laki-laki (homoseksual) aja.

Bantahan

Kata kunci: Perbuatan yang belum pernah dikerjakan kaum sebelum kaum Luth.

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kalian benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji  yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kalian.” (QS Al Ankabut: 28)

Apa perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan sebelum kaum Luth? Apakah mendatangi laki-laki, menyamun,  atau mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan? Allah menjawab:

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesunggguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian adalah kaum yang melampaui batas.'” (QS Al Araf: 80-81)

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para Malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, ‘Ini adalah hari yang amat sulit’. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, ‘Hai kaumku, inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah  dan janganlah kamu mencemarkan (nama)-ku di hadapan tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.’” (QS Hud: 77-79)

Mengapa kalian mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, kalian adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Assyura:165-166)

Nabi Luth diutus kurang lebih 4.000 tahun setelah nabi Adam, perbuatan menyamun dan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan tercatat sudah dilakukan kaum-kaum sebelumnya (Kaum Ad, Samud, dan lain2). Oleh karena itu kaum Luth diazab khusus karena perbuatan homoseksualitas mereka.

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.” (QS Al Ankabut:34)

Kesimpulan

Kaum Luth diazab karena mengerjakan perbuatan homoseksual. Penjelasan dari Al Quran cukup jelas dan sangat mudah dicerna.

“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” (QS Taha: 2)

“… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu …”(QS Al Baqarah: 185)

“… Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama …” (QS Al Hajj: 78)

“… Allah tidak ingin menyulitkan kamu …” (QS Al Maidah: 6)

Hawa nafsulah yang membuat “intelektual” kaum munafik sulit mencerna.

Istri-istri Nabi Muhammad

Berikut adalah daftar istri-istri nabi Muhammad:Wives

Key facts:

  1. Dalam 25 tahun pertama pernikahannya, nabi Muhammad hanya menikahi 1 istri, Khadijah.
  2. Dari kesebelas istrinya, nabi Muhammad hanya menikahi 1 gadis, Aisha binti Abu Bakar.
  3. Sembilan dari sebelas istrinya masih hidup setelah beliau meninggal dunia di tahun 632 M, bahkan delapan diantaranya hidup minimal 30 tahun lebih lama. Hal ini membantu penyampaian ilmu Islam yang akurat, contohnya penyampaian hadits, sunnah, dan crosscheck Alquran dimasa-masa awal kodifikasi. Bahkan Aisha menarasikan kurang lebih 2.000 hadits. Usia
  4. Istri-istri beliau mengajarkan Islam sepeninggalnya, mengkader dua dari tiga generasi terbaik Islam; sahabat dan tabiin.

“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabiin) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabiut tabiin).” (HR Bukhari)

Ilmu narasi hadits adalah anugerah dari Allah kepada umat Islam, tidak ada agama lain yang bisa dengan akurat merunut perkataan nabi / pembawa pesannya ke masa nabi / pembawa pesan tersebut hidup. Dan salah satu pihak yang berperan penting dalam narasi hadits adalah istri-istri nabi Muhammad, Ahlul Bait.

Pernikahan rasulullah adalah rencana dari Allah untuk tetap menguatkan pondasi agama umat Islam di masa-masa awal sepeninggal rasulullah.

“And Allah is the best of planners.” (QS Al Anfal:30)

Peraturan mengenai kewajiban melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia

Saat ini terdapat 4 peraturan pemerintah yang mewajibkan suatu perusahaan di Indonesia melakukan kegiatan CSR atau tanggungjawab sosial dan lingkungan, serta satu panduan internasional mengenai tanggungjawab berkelanjutan (sustainability responsibility) sebagai berikut:
1. Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mereka wajib melakasanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN Per05/MBU/2007 Pasal 1 ayat (6) yang menjelaskan bahwa Program Kemitraan BUMN dengan usaha kecil, yang selanjutnya disebut program kemitraan, adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Sedangkan pada pasal 1 ayat (7) dijelaskan bahwa Program Bina Lingkungan, yang selanjutnya disebut Program BL, adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Program Bina Lingkungan, meliputi: bantuan korban bencana alam; bantuan pendidikan dan/atau pelatihan; bantuan peningkatan kesehatan; bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum; bantuan sarana ibadah; dan bantuan pelestarian alam.

2. Peraturan bagi Perseroan Terbatas (PT) yang mengelola Sumber Daya Alam (SDA) diwajibkan melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan, berdasarkan peraturan dalam UU Perseroan Terbatas No.40 Tahun 2007 dimana di dalam pasal 74 diatur bahwa:
(1)Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan,
(2)Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran,
(3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan,
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

3. Bagi Penanaman Modal Asing (PMA), diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dalam Pasal 15 (b) dinyatakan bahwa “Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan”. Sanksi-sanksi terhadap badan usaha atau perseorangan yang melanggar peraturan, diatur dalam Pasal 34, yaitu berupa sanksi administratif dan sanksi lainnya, meliputi: (a). Peringatan tertulis; (b). pembatasan kegiatan usaha; (c). pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal; atau (d). pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanaman modal.

4. Bagi perusahaan minyak dan gas bumi, terikat oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 13 ayat 3 (p), menyebutkan bahwa: ”Kontrak Kerja Sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib memuat paling sedikit ketentuan-ketentuan pokok yaitu : (p). pengembangan masyarakat sekitarnya dan jaminan hak-hak masyarakat adat”.

Jadi berdasarkan Undang-Undang tersebut, perusahaan yang operasionalnya terkait Minyak dan Gas Bumi baik pengelola eksplorasi maupun distribusi, wajib melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat dan menjamin hak-hak masyarakat adat yang berada di sekitar perusahaan.

5. ISO 26000, ini merupakan standar internasional dalam bidang CSR yang didasarkan pada Pemahaman bahwa tanggungjawab sosial sangat penting bagi keberlanjutan usaha. Fokus ISO adalah tata kelola organisasi, Hak Asasi manusia (HAM), ketenagakerjaan, lingkungan, dan fair operation, isu konsumen dan pengembangan masyarakat. ISO sendiri bertujuan membantu berbagai bentuk organisasi dalam pelaksanaan CSR dengan cara memberikan pedoman praktis serta memperluas pemahaman publik terhadap tanggungjawab sosial.

Jika dilihat dari peraturan-peraturan diatas, urusan terkait dengan CSR merupakan domain pemerintah pusat, karena baik Peraturan Menteri BUMN, Undang-Undang PT, Undang-Undang PMA, Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi, semua dibuat oleh DPR bersama Pemerintah Pusat. Sedangkan peran pemerintah daerah adalah melakukan monitoring dengan perangkat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan Sosial (Amdalsos) dan mengkaji sejauhmana perusahaan mampu memberikan manfaat kepada stakeholder dalam hal ini masyarakat setempat. Pemda tidak berkewenangan dalam mengatur CSR yang merupakan urusan program perusahaan terlebih masalah pengelolaan dananya, kecuali menjalin kerjasama antar stakeholder didasarkan pada program dan skala prioritas yang sama terkait upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat.

Sumber: http://qsukri.blogspot.com/2014/05/peraturantentangcsrdiindonesia.html

Keutamaan dan Adab Membaca Al Quran

muslim-boy-reading-the-quran

Keutamaan membaca Al Quran:
1. Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak akan pernah merugi.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

2. Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

3. Akan menghapuskan kesalahan-kesalahan.

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)

4. Akan mendatangkan pahala bagaimanapun bacaannya.

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

5. Akan mendatangkan syafaat.

“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

6. Akan diridhai Allah dan menjadi generasi yang baik seperti generasi terbaik Islam dahulu; generasi sahabat, tabiin, tabiyat tabiin.

“Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca Al Quran pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari…” (HR. Muslim).

“Abu Shalih berkata: “Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami dapati tertulis (di dalam kitab suci lain): “Muhammad adalah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, tidak kasar, tidak pemarah, tidak berteriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan akan tetapi memaafkan dan mengampuni, dan umat (para shahabat)nya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah, membesarkan Allah ‘Azza wa Jalla atas setiap perkara, memuji-Nya pada setiap kedudukan, batas pakaian mereka pada setengah betis mereka, berwudhu sampai ujung-ujung anggota tubuh mereka, yang mengumandangkan adzan mengumandangkan di tempat atas, shaf mereka di dalam pertempuran dan di dalam shalat sama (ratanya), mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam, tempat kelahiran beliau adalah Mekkah, tempat hijranya adalah Thayyibah (Madinah) dan kerajaannya di Syam.”

Maksud dari “mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah” adalah suara bacaan Al Quran.

7. Tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat.

“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat:

“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123)

8. Membaca Al Quran adalah sebaik-baik dzikir. Dalam sebuah hadits qudsi diriwayatkan, Allah SWT telah berfirman:

”Barangsiapa yang disibukkan dengan Al Quran dan berdzikir kepada-Ku, hingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti keutamaan Allah atas semua makhluknya.” (HR. Tirmidzi)

Adab-adab membaca Al Quran:
1. Dianjurkan dan disunahkan dalam membaca Al-Qur’an dalam kondisi yang sempurna: Bersih, Menghadap Qiblat, serta senantiasa menjaga waktu terbaik untuk membaca Al Quran seperti malam hari, ba’da maghrib, dan ba’da shubuh sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (Al-Muzammil:6)

“Sesungguhnya membaca Al Quran di waktu Fajar disaksikan (oleh Malaikat),” (Al-Isra:78)

Hadits Rasulullah “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR. Muslim).

2. Membaca Al Quran dengan tartil/perlahan-lahan.

“Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (Al Muzzammil:4)

3. Memperindah bacaan sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Hiasilah Al Quran itu dengan suaramu.” (HR. Muslim)

4. Membaca Al Quran dimulai dengan isti’adzah:

“Dan bila kamu akan membaca Al Quran, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

5. Membaca dengan tidak mengganggu orang lain.

Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al Quran).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim).

Wallahualam.

Sumber:
http://www.muslim.or.id
http://www.islampos.com

Istikharah

rp_crossroads

Manusia tidak mengetahui perkara yang ghaib, tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tidak mengetahui apakah keputusan yang diambilnya di masa sekarang akan berakibat baik atau buruk di masa depan. Oleh karena itu manusia selayaknyalah melibatkan Allah – zat yang maha mengetahui yang ghaib, zat yang maha pemurah lagi maha penyayang, yang mengetahui yang terbaik bagi hambanya – dalam pengambilan setiap keputusan dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.

Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan apabila seorang muslim hendak mengambil keputusan, salah satunya melalui sholat istikharah. Jabir bin Abdullah RA berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian berniat untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a:

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.”

Dari hadist diatas dapat diambil pelajaran:
1. Sholat istikharah adalah sholat sunah.
2. Sholat istikharah dilakukan bukan dalam kondisi ragu-ragu dalam satu perkara karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian berniat untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu”.

Oleh karena itu, jika ada beberapa pilihan, putuskan untuk memilih salah satu, lalu lakukanlah istikharah. Setelah istikharah, lakukanlah sesuai yang dipilih tadi. Jika memang pilihan itu baik, maka pasti Allah mudahkan. Jika itu jelek, maka nanti akan dipersulit.
2. Shalat istikharah boleh dilakukan setelah shalat tahiyatul masjid, setelah shalat rawatib, setelah shalat tahajud, setelah shalat Dhuha dan shalat lainnya. Bahkan jika shalat istikharah dilakukan dengan niat shalat sunnah rawatib atau shalat sunnah lainnya, lalu berdoa istikharah setelah itu, maka itu juga dibolehkan. Artinya di sini, dia mengerjakan shalat rawatib satu niat dengan shalat istikharah.
3. Sholat istikharah boleh dilakukan berkali-kali. Ibnu Az Zubair sampai-sampai mengulang istikharahnya tiga kali. Dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair mengatakan:

“Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.”

4. Do’a shalat istikharah lebih tepat dibaca setelah shalat dan bukan di dalam shalat.
6. Boleh membaca surat apa saja di dalam sholatnya.

Jadi sejak anda berniat mengambil keputusan anda sudah memulai sholat istikharah sampai keputusan tersebut diambil. Insya Allah hati anda akan tenang karena anda melibatkan Allah dalam proses pengambilan keputusannya.

Sumber: http://www.muslim.or.id