Apakah homoseksual genetik?

Argumen

Salah satu argumen yang paling populer bagi penggiat homoseksual adalah homoseksual adalah genetik, they can not do anything because they were born as homosexual.

Bantahan

  1. Sampai tahun 2015 sains belum dapat membuktikan bahwa homoseksual adalah genetik, saintis belum bisa menyimpulkan gen dan hormon apa yang bertanggungjawab terhadap homoseksualitas. Sains belum dapat membuktikan kalau seorang homoseksual sudah terlahir sebagai homoseksual sejak bayi.
  2. Secara desain sesuatu yang alami pasti didukung oleh infrastruktur-infrastruktur alami lainnya untuk memastikan sesuatu tersebut bisa beroperasi dengan baik. Contohnya mobil didesain untuk dikendarai di darat, ketika mobil dikendarai di laut tentu mobil tersebut akan rusak dan lautnya pun akan tercemar oleh oli, bensin, dan lain-lain. Perbuatan mengendarai mobil di laut menyimpang. Sama halnya dengan penis. Penis didesain untuk beroperasi di dalam vagina dengan tujuan utama bereproduksi melestarikan ras manusia. Vagina didesain untuk memfasilitasi operasi penis, contohnya vagina mengeluarkan pelumas untuk seks dan untuk menjaga vagina tetap bersih (self-cleansing). Penis tidak didesain untuk beroperasi di dalam anus, anus tidak didesain untuk memfasilitasi operasi penis, anus tidak memiliki mekanisme untuk menjaga dirinya tetap bersih dan aman untuk seks. Perbuatan homoseksualitas menyimpang.
  3. Secara Al Quran-wise, Allah berfirman, “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesunggguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian adalah kaum yang melampaui batas.’” (QS Al Araf: 80-81). Perbuatan homoseksual kaum Luth belum pernah dikerjakan oleh kaum-kaum sebelumnya. Jarak antara kaum pertama (kaumnya nabi Adam) sampai kaum Luth kurang-lebih 4.000 tahun, jika homoseksual adalah genetik/alami, mengapa perbuatan ini baru muncul setelah rentang waktu yang sangat lama? Jika homoseksualitas adalah alami, tentu akan muncul homoseksual di masa-masa awal sejarah manusia.

Kesimpulan

Homoseksualitas bukan karena faktor genetik dan tidak alami. Ini hanyalah salah satu jenis ujian dari Allah kepada beberapa orang untuk mengontrol hawa nafsunya. Sama seperti beberapa orang lain yang diuji untuk mengontrol hawa nafsu yang lain seperti mencuri, berzina, berbohong, dan lain-lain.

Kaum Luth diazab karena apa?

Definisi:

Munafik: Orang yang tampak secara lahiriah beriman akan tetapi hatinya kufur.

Beriman: Percaya kepada Allah dan rasulnya.

Kufur: Mendustakan Allah dan rasulnya.

 

Argumen “intelektual” kaum munafik

Salah satu argumen “intelektual” kaum munafik untuk mendukung homoseksualitas adalah karena Al Quran tidak pernah melarang homoseksualitas, menurut mereka kaum Luth yang mempraktekkan homoseksualitas diazab bukan karena homoseksualitasnya tetapi karena perbuatan dosa yang lain. Mereka berargumen menggunakan ayat:

“Apakah sesungguhnya kalian patut mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian?” (QS Al Ankabut:29)

Ada 3 perbuatan dosa menurut ayat diatas yaitu mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan mereka. Menurut kaum munafik azab yang diterima kaum Luth tidak khusus karena mendatangi laki-laki (homoseksual) aja.

Bantahan

Kata kunci: Perbuatan yang belum pernah dikerjakan kaum sebelum kaum Luth.

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kalian benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji  yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kalian.” (QS Al Ankabut: 28)

Apa perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan sebelum kaum Luth? Apakah mendatangi laki-laki, menyamun,  atau mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan? Allah menjawab:

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesunggguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian adalah kaum yang melampaui batas.'” (QS Al Araf: 80-81)

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para Malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, ‘Ini adalah hari yang amat sulit’. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, ‘Hai kaumku, inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah  dan janganlah kamu mencemarkan (nama)-ku di hadapan tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.’” (QS Hud: 77-79)

Mengapa kalian mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, kalian adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Assyura:165-166)

Nabi Luth diutus kurang lebih 4.000 tahun setelah nabi Adam, perbuatan menyamun dan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan tercatat sudah dilakukan kaum-kaum sebelumnya (Kaum Ad, Samud, dan lain2). Oleh karena itu kaum Luth diazab khusus karena perbuatan homoseksualitas mereka.

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.” (QS Al Ankabut:34)

Kesimpulan

Kaum Luth diazab karena mengerjakan perbuatan homoseksual. Penjelasan dari Al Quran cukup jelas dan sangat mudah dicerna.

“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” (QS Taha: 2)

“… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu …”(QS Al Baqarah: 185)

“… Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama …” (QS Al Hajj: 78)

“… Allah tidak ingin menyulitkan kamu …” (QS Al Maidah: 6)

Hawa nafsulah yang membuat “intelektual” kaum munafik sulit mencerna.