Konsentrasi pemeluk agama

FT_15.06.12religiousGroups_Alargest640px2

Tulisan ini merupakan sambungan tulisan sebelumnya di sini dan di sini tentang isu “Apakah Islam disebarkan dengan pedang?”. Pemaksaan agama adalah hal yang sangat memalukan karena bertentangan dengan hak asasi manusia apalagi jika pemaksaan tersebut dibarengi dengan penyiksaan fisik maupun mental. Pencapaian yang diperoleh diatas penderitaan orang lain tentu sangat barbarik.

Paparan dibawah menggambarkan konsentrasi pemeluk 4 agama besar di dunia; Islam, Hindu, Buddha, dan Kristen. Yahudi, agama yang besar secara sejarah, tidak diikutsertakan karena pengikutnya yang kecil dan penyebarannya yang eksklusif, berdasarkan garis keturunan.

1. Islam

Berikut adalah 5 negara dengan populasi muslim terbesar di dunia:

Populasi Muslim

Apa persamaan dari kelima negara tersebut? Kelimanya terletak jauh dari tempat asal Islam, Mekah, Arab Saudi. Dengan jarak yang jauh ditambah luasnya negara tersebut, jika ada pemaksaan, penyiksaan, dan pembantaian penduduk asli untuk memeluk Islam, pastilah bukti-buktinya tersebar luas.

2. Hindu

Pemeluk agama Hindu relatif berkumpul di tempat asalnya yaitu di lembah Indus, India. Sembilan puluh lima persen (95%) pemeluk Hindu bahkan hanya terkonsentrasi di India (1,020,000,000 orang) lalu diikuti Nepal (23.4 juta orang), dan Bangladesh (13 juta orang).

3. Buddha

Agama Buddha berasal dari daerah Himalaya, Nepal lalu menyebar ke arah timur jauh melalui Cina, Myanmar, Thailand, sampai Jepang. Berikut adalah 5 negara dengan populasi umat Buddha terbesar di dunia:

Pemeluk Buddha

Agama Buddha tersebar luas sampai ke timur jauh. Dengan jarak yang jauh ditambah luasnya negara tersebut, jika ada pemaksaan, penyiksaan, dan pembantaian penduduk asli untuk memeluk Buddha, pastilah bukti-buktinya tersebar luas.

4. Kristen

Agama Kristen berasal dari Yerusalem, Palestina lalu menyebar ke arah timur, barat, utara, dan selatan. Pemeluk Kristen mayoritas tersebar di benua Amerika.

Pemeluk Kristen

Dengan jarak yang jauh ditambah luasnya benua tersebut, jika ada pemaksaan, penyiksaan, dan pembantaian penduduk asli untuk memeluk Kristen, pastilah bukti-buktinya tersebar luas.

Islam dan sejarah perang

Salah satu miskonsepsi nonmuslim (bahkan muslim yang awam) terkait Islam adalah anggapan bahwa Islam adalah agama yang agresif, gemar berperang. Anggapan ini muncul karena doktrinasi orientalis barat yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat umum. Jadi, apakah benar Islam agama yang agresif, gemar berperang?

Secara umum jawabannya sudah saya tulis di sini. Di tulisan ini saya ingin menampilkan perbandingan antara peradaban Islam dengan peradaban lain dalam hal siapa yang paling gemar berperang. Untuk memudahkan analisis, dari banyaknya peperangan saya hanya merangkum peperangan yang memakan korban jiwa minimal 1 juta orang dari tahun 0-2005. Peperangan yang signifikan mempengaruhi kehidupan banyak manusia. Berikut tabel rangkumannya:

Perang
Tabel jumlah korban peperangan dari tahun 0-2005

Dari tabel tersebut saya ingin melihat sebesar apa kontribusi muslim.

Pie Perang

Ternyata muslim “hanya” berkontribusi terhadap 3% dari keseluruhan total korban perang. Kontribusi ini pun dengan catatan penting:

  1. Kontributor pertama adalah penaklukkan Timur Leng (Tamerlane) yang memakan korban jiwa +/- 7 juta jiwa antara tahun 1370-1405. Korbannya mayoritas adalah Muslim. Timur ini seorang oportunis (seperti ISIS?), dia mengaku muslim akan tetapi disaat bersamaan mengagumi kekejaman Genghis Khan dalam penaklukkan. Bahkan dia lebih mengikuti gaya Genghis Khan dibandingkan gaya penakluk muslim sebelumnya seperti Salahuddin Al Ayyubi, Tariq bin Ziyad, atau Umar bin Khattab. Tapi, however, karena dia mengaku muslim, saya masukkan dia di infografik ini.
  2. Kontributor kedua adalah perang Iraq-Iran yang memakan korban jiwa +/- 1 juta orang antara tahun 1980-1988. Kedua negara ini tidak menerapkan syariah Islam sebagai hukum tertinggi di pemerintahannya, i.e. kedua negara ini sekuler, kebijakan pemerintahannya bukan berdasarkan Al Quran dan Sunnah. Tapi karena mereka mengaku muslim, saya masukkan mereka di infografik ini.

Scatter chart dibawah menggambarkan kontributor terbesar terhadap total korban perang.Scatter Perang

Muslim direpresentasikan oleh titik berwarna hijau, seperti terlihat di chart diatas muslim berkontribusi kecil sekali dibandingkan peradaban barat dan timur jauh (Cina, Jepang, Korea, dan Mongol).

Sangat jelas disini bahwasannya Islam bukanlah agama yang gemar berperang, bahkan di masa kejayaan peradaban Islam / Islamic Golden Age antara tahun 700-1500 dimana peradaban Islam memimpin dunia, relatif tidak ada kebrutalan. Hal ini berbeda dengan peradaban barat dan timur jauh yang konsisten berperang di setiap abad. Jika anda lihat lebih lanjut, titik-titik berkumpul paling banyak setelah tahun 1600, ini adalah ketika peradaban Islam mulai mundur dan barat mulai mengambil alih kepemimpinan dunia. Sepertinya mereka gemar sekali berperang. Begitupun peradaban timur jauh.

Kesimpulan

Peradaban Islam bukanlah peradaban yang gemar berperang, muslim adalah kaum yang cinta damai, seperti yang telah dibuktikan oleh sejarah.

Analisis ini hanya untuk perang yang memakan korban jiwa >= 1 juta orang, jika memasukkan perang dengan korban jiwa <1 juta orang, akan semakin kelihatan kecilnya kontribusi peradaban Islam dibandingkan peradaban barat dan timur jauh.

Apakah Islam disebarkan dengan pedang?

Salah satu miskonsepsi nonmuslim (bahkan muslim yang awam) terkait Islam adalah anggapan bahwa Islam disebarkan dengan pedang (dalam arti kekerasan dan pemaksaan). Anggapan ini muncul karena doktrinasi orientalis barat yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat umum. Jadi, apakah benar Islam disebarkan dengan pedang?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menganalisis menggunakan 2 pendekatan; 1. Melihat by design (secara desain) apakah Islam mem-promote kekerasan/pemaksaan dalam beragama? 2. Melihat implementasi yang dilakukan oleh muslim disepanjang 1.400 tahun sejarah peradaban Islam.

By design

Untuk melihat secara desain “kebijakan” penyebaran Islam saya akan mengacu kepada dua otoritas utama hukum Islam; Al Quran dan sunnah nabi Muhammad.

Alquran:

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” (QS Al Baqarah: 256)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali Imran: 159)

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An Nahl: 125)

Hadist:

Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR Bukhari & Muslim)

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan.” (HR Bukhari)

“Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia telah terhalang dari seluruh bentuk kebaikan.” (HR Muslim)

Contoh terbesar yang diajarkan oleh nabi Muhammad adalah ketika beliau menaklukkan Mekah (Fathu Makkah) di tahun 630 M. Setelah 20 tahun sebelumnya nabi Muhammad dan pengikutnya dibunuh, disiksa, diambil hartanya, diusir dari kampung halamannya di Mekah, dan diperangi, ketika akhirnya beliau memasuki Mekah bersama 100.000 muslim beliau berkata kepada penduduk musyrik Mekah:

“Pada hari ini tidak ada cercaan atas kalian. Allah mengampuni kalian. Dia Maha penyayang. Pergilah kalian! Sesungguhnya kalian telah bebas!”

Kalau memang Islam mengajarkan untuk memperoleh banyak pengikut dengan cara apapun termasuk kekerasan dan pemaksaan, tentu nabi Muhammad dengan 100.000 pengikutnya sebagai penakluk sudah melakukannya terhadap penduduk Mekah.

Oleh karena itu, sangat jelas, secara desain Islam tidak mem-promote kekerasan dan pemaksaan dalam beragama akan tetapi kelembutan. Allah telah menginstruksikannya dalam Al Quran dan nabi Muhammad mempraktekkannya dalam sunnahnya.

Implementasi sepeninggal nabi Muhammad

Sepeninggal nabi Muhammad di tahun 632 M, dimulailah masa kekhalifahan rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali) lalu dilanjutkan masa kerajaan Islam (Umayyah sampai Ottoman) lalu dilanjutkan sampe sekarang masa nation-state.

Selama 1.400 tahun sejarah Islam sepeninggal nabi Muhammad, muslim konsisten meneladani cara beliau menyebarkan Islam. Beberapa contohnya:

  1. Ketika khalifah kedua Islam, Umar bin Khattab membebaskan Yerusalem dari Byzantium pada tahun 637 M beliau menjamin keamanan, properti, dan kebebasan beragama penduduk Kristen Yerusalem, bahkan beliau mengundang Yahudi untuk kembali ke Yerusalem setelah sebelumnya terusir.
  2. Begitu juga yang dilakukan Salahudin Al Ayyubi pada tahun 1187 M saat pembebasan kedua Yerusalem dari pasukan salib. Walaupun sebelumnya pada tahun 1099 M pasukan salib membantai penduduk Muslim dan Yahudi, Salahudin tidak melakukan hal yang sama.
  3. Pembebasan Konstantinopel (Istanbul) juga sama, tidak ada pembantaian dan pemaksaan agama.

Berikut ini adalah peta negara berdasarkan % populasi muslim per 2014.

Islam_percent_population_in_each_nation_World_Map_Muslim_data_by_Pew_Research.svg
Negara berdasarkan % populasi muslim (PEW Research Center 2014)

Key points:

  1. Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia dan Malaysia, negara yang terpisahkan sejauh +/- 7.000 km ke arah timur Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Indonesia dan Malaysia.
  2. Islam menjadi agama mayoritas di Suriname, negara yang terpisahkan sejauh +/- 10.000 km ke arah barat Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Suriname.
  3. Islam menjadi agama mayoritas di Tanzania, negara yang terpisahkan sejauh +/- 3.000 km ke arah selatan Mekah. Dengan jarak sejauh itu dan terpisahkan oleh banyak wilayah, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan muslim membawa pedang menyebarkan Islam ke Tanzania.
  4. Sekarang lihat ke Eropa Barat, % muslim semakin meningkat di Perancis, ga ada satupun catatan sejarah yang menyebutkan ini karena muslim membawa pedang.
  5. Muslim pernah memimpin India antara tahun 1526-1857 M melalui kerajaan Mughal. Saat itu India dihuni oleh mayoritas Hindu, jika muslim mau mereka punya power untuk memaksa Hindu beralih ke Islam. Akan tetapi kenyataannya itu tidak terjadi, bahkan Hindu tetap menjadi mayoritas di India.
  6. Muslim memimpin Mesir mulai dari tahun 642 M dan sampai saat ini masih ada populasi Kristen Koptik sebanyak +/- 8 juta orang.
  7. Muslim pernah memimpin Spanyol selama +/- 800 tahun (711-1492 M), saat itu mayoritas penduduk Spanyol terdiri dari Kristen Unitarian dan Yahudi, tidak ada catatan sejarah pemaksaan agama dalam kurun waktu tersebut. Sebaliknya ketika Kristen Katolik kembali memimpin Spanyol, pemaksaan agama Kristen terhadap Muslim dan Yahudi banyak tercatat, jika tidak mau pindah agama maka diusir, disiksa (Inkuisisi), atau dibunuh.
  8. Muslim pernah memimpin Sisilia selama +/- 200 tahun (827-1091 M), tidak ada catatan sejarah pemaksaan agama dalam kurun waktu tersebut.

Oleh karena itu sangat jelas jika muslim mengimplementasikan ajaran Al Quran dan sunnah nabi Muhammad dengan baik dan konsisten bahwa penyebaran Islam tidak boleh dilakukan melalui kekerasan dan pemaksaan. Deviasi dari ajaran ini tentu ada tetapi hanya minoritas dan tidak signifikan, secara umum selama 1.400 tahun sejarahnya peradaban Islam bersih dari kekerasan dan pemaksaan agama.

Mungkin anda bertanya, “Muslim tidak memaksakan agama ketika menaklukkan suatu wilayah tetapi kenapa ada penaklukkan/perang at the first place? Muslim agresif?” Jawabannya sama seperti perang antara Muslim Madinah vs Musyrik Mekah, Muslim tidak memulai perang, Muslim mempertahankan diri dari kezaliman Musyrik Mekah sampai akhirnya Muslim kuat dan menang. Begitu juga yang terjadi di perang setelahnya; 1. Dengan Romawi, Muslim membalas setelah Kerajaan Ghassanid yg didukung Byzantium membunuh duta besar utusan nabi Muhammad dan mengancam menyerang Madinah. 2. Dengan Sassanid Persia, Muslim membalas setelah Kisra Sassanid Persia membunuh duta besar utusan nabi Muhammad dan mengancam menyerang Madinah. 3. Dengan Visigoth di Spanyol karena penduduk asli Spanyol yang beragama Kristen Unitarian dan Yahudi meminta tolong Muslim untuk membebaskan mereka dari kekejaman Visigoth.

Kesimpulan

Islam tidak disebarkan melalui pedang (kekerasan dan pemaksaan) sebagaimana dilarang secara desainnya di dalam Al Quran dan sunnah nabi Muhammad. Lalu selama 1.400 tahun sejarahnya muslim mengimplementasikan ajaran yang telah di desain tersebut dengan konsisten.

PF_150402_ProjectionsOverview_2050-sidebar_310px

Sekarang anda lihat hasil riset diatas. Ada keterangan “Jika tren saat ini berlanjut, Muslim akan mengungguli Kristen setelah 2070.” Apakah menurut anda “tren” yang dimaksud disini adalah penggunaan pedang? Bukan. Tren disini adalah penyebaran melalui pemikiran.

Apakah homoseksual genetik?

Argumen

Salah satu argumen yang paling populer bagi penggiat homoseksual adalah homoseksual adalah genetik, they can not do anything because they were born as homosexual.

Bantahan

  1. Sampai tahun 2015 sains belum dapat membuktikan bahwa homoseksual adalah genetik, saintis belum bisa menyimpulkan gen dan hormon apa yang bertanggungjawab terhadap homoseksualitas. Sains belum dapat membuktikan kalau seorang homoseksual sudah terlahir sebagai homoseksual sejak bayi.
  2. Secara desain sesuatu yang alami pasti didukung oleh infrastruktur-infrastruktur alami lainnya untuk memastikan sesuatu tersebut bisa beroperasi dengan baik. Contohnya mobil didesain untuk dikendarai di darat, ketika mobil dikendarai di laut tentu mobil tersebut akan rusak dan lautnya pun akan tercemar oleh oli, bensin, dan lain-lain. Perbuatan mengendarai mobil di laut menyimpang. Sama halnya dengan penis. Penis didesain untuk beroperasi di dalam vagina dengan tujuan utama bereproduksi melestarikan ras manusia. Vagina didesain untuk memfasilitasi operasi penis, contohnya vagina mengeluarkan pelumas untuk seks dan untuk menjaga vagina tetap bersih (self-cleansing). Penis tidak didesain untuk beroperasi di dalam anus, anus tidak didesain untuk memfasilitasi operasi penis, anus tidak memiliki mekanisme untuk menjaga dirinya tetap bersih dan aman untuk seks. Perbuatan homoseksualitas menyimpang.
  3. Secara Al Quran-wise, Allah berfirman, “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesunggguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian adalah kaum yang melampaui batas.’” (QS Al Araf: 80-81). Perbuatan homoseksual kaum Luth belum pernah dikerjakan oleh kaum-kaum sebelumnya. Jarak antara kaum pertama (kaumnya nabi Adam) sampai kaum Luth kurang-lebih 4.000 tahun, jika homoseksual adalah genetik/alami, mengapa perbuatan ini baru muncul setelah rentang waktu yang sangat lama? Jika homoseksualitas adalah alami, tentu akan muncul homoseksual di masa-masa awal sejarah manusia.

Kesimpulan

Homoseksualitas bukan karena faktor genetik dan tidak alami. Ini hanyalah salah satu jenis ujian dari Allah kepada beberapa orang untuk mengontrol hawa nafsunya. Sama seperti beberapa orang lain yang diuji untuk mengontrol hawa nafsu yang lain seperti mencuri, berzina, berbohong, dan lain-lain.

Kaum Luth diazab karena apa?

Definisi:

Munafik: Orang yang tampak secara lahiriah beriman akan tetapi hatinya kufur.

Beriman: Percaya kepada Allah dan rasulnya.

Kufur: Mendustakan Allah dan rasulnya.

 

Argumen “intelektual” kaum munafik

Salah satu argumen “intelektual” kaum munafik untuk mendukung homoseksualitas adalah karena Al Quran tidak pernah melarang homoseksualitas, menurut mereka kaum Luth yang mempraktekkan homoseksualitas diazab bukan karena homoseksualitasnya tetapi karena perbuatan dosa yang lain. Mereka berargumen menggunakan ayat:

“Apakah sesungguhnya kalian patut mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan kalian?” (QS Al Ankabut:29)

Ada 3 perbuatan dosa menurut ayat diatas yaitu mendatangi laki-laki, menyamun,  dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan mereka. Menurut kaum munafik azab yang diterima kaum Luth tidak khusus karena mendatangi laki-laki (homoseksual) aja.

Bantahan

Kata kunci: Perbuatan yang belum pernah dikerjakan kaum sebelum kaum Luth.

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kalian benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji  yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kalian.” (QS Al Ankabut: 28)

Apa perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan sebelum kaum Luth? Apakah mendatangi laki-laki, menyamun,  atau mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan? Allah menjawab:

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesunggguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian adalah kaum yang melampaui batas.'” (QS Al Araf: 80-81)

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para Malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, ‘Ini adalah hari yang amat sulit’. Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, ‘Hai kaumku, inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah  dan janganlah kamu mencemarkan (nama)-ku di hadapan tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.’” (QS Hud: 77-79)

Mengapa kalian mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, kalian adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Assyura:165-166)

Nabi Luth diutus kurang lebih 4.000 tahun setelah nabi Adam, perbuatan menyamun dan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan tercatat sudah dilakukan kaum-kaum sebelumnya (Kaum Ad, Samud, dan lain2). Oleh karena itu kaum Luth diazab khusus karena perbuatan homoseksualitas mereka.

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.” (QS Al Ankabut:34)

Kesimpulan

Kaum Luth diazab karena mengerjakan perbuatan homoseksual. Penjelasan dari Al Quran cukup jelas dan sangat mudah dicerna.

“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” (QS Taha: 2)

“… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu …”(QS Al Baqarah: 185)

“… Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama …” (QS Al Hajj: 78)

“… Allah tidak ingin menyulitkan kamu …” (QS Al Maidah: 6)

Hawa nafsulah yang membuat “intelektual” kaum munafik sulit mencerna.

Masjid Biru

Masjid Biru
Masjid Biru

Nama asli masjid biru ini sebenarnya adalah masjid Sultanahmet karena masjid ini dibangun atas perintah sultan Ahmad I. Sang sultan bercita-cita ingin membangun masjid yang menandingi kebesaran Hagia Sophia. Sultan Ahmad I dilahirkan di Istanbul pada 18-April-1590 dan wafat 22-November-1617. Beliau berkuasa dari 21-Desember-1603 sampai wafatnya. Selanjutnya masjid ini disebut masjid biru karena keramik-keramik indah yang berwarna biru pada interiornya.

Interior kubah masjid biru
Interior kubah masjid biru

Pembangunan masjid biru dimulai di tahun 1609 dan diketuai oleh kepala arsitek kesultanan Utsmani, Sedefkar Mehmet Aga. Beliau menjabat kepala arsitek kesultanan menggantikan arsitek legendaris dunia Islam, Mimar Sinan. Pembangunannya memakan waktu tujuh tahun. Di dalam komplek masjid biru terdapat madrasah, sekolah Quran, pasar, pemandian umum, makam sultan Ahmad I dan rumah sakit.

Masjid biru adalah masjid kesultanan yang paling luas dan paling artistik setelah masjid Suleymaniye. Di sebelah luar masjid biru terdapat bekas lintasan balap kuda peninggalan Romawi (Hippodrome) yang sekarang difungsikan sebagai alun-alun. Orang Turki menyebut alun-alun ini alun-alun Sultanahmet.

Bekas Hippodrome Romawi dengan obelisk-nya
Bekas Hippodrome Romawi dengan obelisk-nya

Bagaimana cara untuk menuju ke Masjid biru bisa dilihat disini. Masjid biru letaknya berhadap-hadapan dengan Hagia Sophia dan untuk memasukinya gratis. Masjid ini selain merupakan objek wisata juga masih berfungsi aktif sebagai masjid oleh karena itu suatu waktu anda akan mendengar adzan dilantunkan. Masjid ini akan ditutup selama satu jam di setiap awal-awal waktu sholat.

Masjid ditutup untuk sholat
Masjid ditutup untuk sholat

Pengunjung sehabis sholat di masjid biru
Pengunjung sehabis sholat di masjid biru

Sebagaimana halnya masjid, ada beberapa hal yang harus anda patuhi sebelum memasukinya, yaitu:
1. Lepas sepatu atau sandal.
2. Untuk laki-laki harus memakai celana panjang. Untuk wanita harus memakai celana/rok panjang dan menutupi rambutnya dengan kerudung.
3. Jangan berbicara kencang.
4. Jangan mengambil foto selama waktu sholat.
5. Jangan mengunjungi daerah yang tidak diperuntukkan untuk turis.

Setelah mengunjungi masjid biru jangan lupa untuk mampir ke toko-toko suvenir yang berada di dekatnya karena mereka menjual barang yang lebih beragam dengan harga yang lebih murah dibanding membeli di bandara.