Islam dan sejarah perang

Salah satu miskonsepsi nonmuslim (bahkan muslim yang awam) terkait Islam adalah anggapan bahwa Islam adalah agama yang agresif, gemar berperang. Anggapan ini muncul karena doktrinasi orientalis barat yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat umum. Jadi, apakah benar Islam agama yang agresif, gemar berperang?

Secara umum jawabannya sudah saya tulis di sini. Di tulisan ini saya ingin menampilkan perbandingan antara peradaban Islam dengan peradaban lain dalam hal siapa yang paling gemar berperang. Untuk memudahkan analisis, dari banyaknya peperangan saya hanya merangkum peperangan yang memakan korban jiwa minimal 1 juta orang dari tahun 0-2005. Peperangan yang signifikan mempengaruhi kehidupan banyak manusia. Berikut tabel rangkumannya:

Perang
Tabel jumlah korban peperangan dari tahun 0-2005

Dari tabel tersebut saya ingin melihat sebesar apa kontribusi muslim.

Pie Perang

Ternyata muslim “hanya” berkontribusi terhadap 3% dari keseluruhan total korban perang. Kontribusi ini pun dengan catatan penting:

  1. Kontributor pertama adalah penaklukkan Timur Leng (Tamerlane) yang memakan korban jiwa +/- 7 juta jiwa antara tahun 1370-1405. Korbannya mayoritas adalah Muslim. Timur ini seorang oportunis (seperti ISIS?), dia mengaku muslim akan tetapi disaat bersamaan mengagumi kekejaman Genghis Khan dalam penaklukkan. Bahkan dia lebih mengikuti gaya Genghis Khan dibandingkan gaya penakluk muslim sebelumnya seperti Salahuddin Al Ayyubi, Tariq bin Ziyad, atau Umar bin Khattab. Tapi, however, karena dia mengaku muslim, saya masukkan dia di infografik ini.
  2. Kontributor kedua adalah perang Iraq-Iran yang memakan korban jiwa +/- 1 juta orang antara tahun 1980-1988. Kedua negara ini tidak menerapkan syariah Islam sebagai hukum tertinggi di pemerintahannya, i.e. kedua negara ini sekuler, kebijakan pemerintahannya bukan berdasarkan Al Quran dan Sunnah. Tapi karena mereka mengaku muslim, saya masukkan mereka di infografik ini.

Scatter chart dibawah menggambarkan kontributor terbesar terhadap total korban perang.Scatter Perang

Muslim direpresentasikan oleh titik berwarna hijau, seperti terlihat di chart diatas muslim berkontribusi kecil sekali dibandingkan peradaban barat dan timur jauh (Cina, Jepang, Korea, dan Mongol).

Sangat jelas disini bahwasannya Islam bukanlah agama yang gemar berperang, bahkan di masa kejayaan peradaban Islam / Islamic Golden Age antara tahun 700-1500 dimana peradaban Islam memimpin dunia, relatif tidak ada kebrutalan. Hal ini berbeda dengan peradaban barat dan timur jauh yang konsisten berperang di setiap abad. Jika anda lihat lebih lanjut, titik-titik berkumpul paling banyak setelah tahun 1600, ini adalah ketika peradaban Islam mulai mundur dan barat mulai mengambil alih kepemimpinan dunia. Sepertinya mereka gemar sekali berperang. Begitupun peradaban timur jauh.

Kesimpulan

Peradaban Islam bukanlah peradaban yang gemar berperang, muslim adalah kaum yang cinta damai, seperti yang telah dibuktikan oleh sejarah.

Analisis ini hanya untuk perang yang memakan korban jiwa >= 1 juta orang, jika memasukkan perang dengan korban jiwa <1 juta orang, akan semakin kelihatan kecilnya kontribusi peradaban Islam dibandingkan peradaban barat dan timur jauh.